detikNews
Sabtu 06 Juli 2019, 11:54 WIB

Aktivis Sebut Limbah di Ciujung Serang Persoalan Klasik

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Aktivis Sebut Limbah di Ciujung Serang Persoalan Klasik Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom
Serang - Aktivis lingkungan di Serang menilai tercemarnya Sungai Ciujung karena limbah industri jadi masalah klasik dan tahunan. Tapi Pemkab Serang dinilai tak bisa mengatasinya.

"Masalah Ciujung ini klasik sekali, setiap tahun selalu terulang. Tapi Bupati Serang tak becus atasi ini," kata aktivis lingkungan dari Rekonvasi Bhumi Np. Rahadian kepada detikcom di Serang, Banten, Sabtu (6/7/2019).

Aktivis mempertanyakan prosedur yang diterapkan Pemkab terkait pembuangan limbah di kawasan itu.





"Mereka selalu bilang tak ada masalah, sekarang ada pengakuan dosa. Tapi yang penting upaya konkret selanjutnya apa?" ujar pria peraih Kalpataru 2010 ini.

Menurutnya, perlu dibuatkan standar baku mutu nasional untuk menghitung daya dukung Ciujung. Ini dibuat untuk parameter baru ketika industri membuang limbah. Selain itu, industri seharusnya membuat instalasi limbah yang paten dengan teknologi baru sehingga air limbah yang dibuang zero waste.

"Ini yang dilakukan salah satunya oleh Australia sehingga tak ada pencemaran," ujarnya.

Dia mengatakan teluk Banten sebagai ujung dari Sungai Ciujung saat ini bahkan seperti tempat pembuangan sampah akhir. Sebab, yang dibuang ke kawasan tersebut bukan hanya limbah industri, tapi juga sampah rumah tangga.





"Makanya, laut kita mirip TPA. Ada bangkai TV dan lain sebagainya. Ini jadi kerugian kalau terus dibiarkan," pungkasnya.

Sejak 20 hari ini, Sungai Ciujung menghitam dan mengeluarkan bau menyengat karena limbah industri. Akibatnya, warga dirugikan dari gagal panen hingga tercemarnya tambak udang.

Simak Video "Pengakuan Pria Bertopeng Pembantai Satu Keluarga di Banten"
[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com