detikNews
Jumat 05 Juli 2019, 22:16 WIB

30 Anak Muda Diajak Ngajar di Daerah Terpencil

Nurcholis Maarif - detikNews
30 Anak Muda Diajak Ngajar di Daerah Terpencil Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Jakarta - PT Ultrajaya Milk Industry bekerja sama dengan Indonesia Mengajar mengirim 30 peserta terpilih program Pengajar Jelajah Nusa (PJN) tahun 2019. Mereka akan diberi mandat untuk mengajar anak-anak di tiga daerah terpencil di Indonesia.

30 peserta dari siswa dan mahasiswa ini dipilih dari 7.385 peserta yang mendaftar program PJN yang ketiga pada tahun ini. Adapun tiga daerah terpencil yang menjadi tujuan program PJN tahun 2019 adalah Paser, Halmahera Selatan, dan Musi Banyuasin. Mereka akan mengajar selama seminggu pada 27 Juni-3 Juli 2019

Head of Marketing PT Ultrajaya Milk Industry Siska Suryaman mengatakan bahwa tujuan utama program ini yaitu mengajak anak muda untuk melihat pendidikan di daerah terpencil. Selanjutnya bagaimana mereka menjadi pengajar yang berinteraksi dengan anak Sekolah Dasar (SD) di daerah terpencil.


"Program ini sudah bertahun-tahun dari gerakan 'make your move' dari 2010, yang bermaksud mengajak anak muda Indonesia untuk kontribusi positif, lebih luas lagi, untuk komunitas lingkungan yang lebih besar," ucap Siska dalam acara Gala Dinner & Talkshow PJN di The Greenhouse Coworking Space, Jakarta pada Jumat (5/7/2019).

Lanjut Siska, tahun ini PJN memperluas peserta yang tidak lagi berasal dari siswa SMA tetapi juga dari mahasiswa yang masih kuliah di tahun pertama.

"Ini membahagiakan kami, dari tahun ke tahun peserta pendaftar semakin banyak. Kirain kami anak muda sudah pada males untuk ke pelosok. Di sosmed pada protes terkait informasi yang telat atau kuota," ucap Siska.

Siska juga mengatakan ke depannya pihaknya akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk gerakan "make your move", khususnya di bidang pendidikan.

"Benang merahnya, movement di bidang pendidikan atau development karakter bangsa, kami akan bekerja dengan berbagai pihak. Karena di pendidikan tidak bisa hanya oleh dilakukan oleh satu pihak," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Indonesia Mengajar Hikmat Hardono mengatakan bahwa program ini bukanlah proposal dari pihaknya maupun pesanan program dari pihak perusahaan.

Ia mengapresiasi semua pihak yang ingin memajukan pendidikan Indonesia, khususnya 30 peserta yang baru saja mengikuti program PJN tahun 2019.


"Selamat menikmati perjalanan kemarin. Selamat berjuang menikmati Indonesia yang lebih keren ke depannya," ucap Hikmat di depan para peserta PJN 2019.

Adapun Brand Manager Ultramilk Prabowo mengatakan ada beberapa tahap seleksi yang diikuti peserta terpilih. Mulai dari pengiriman esai, wawancara sekaligus verifikasi, hingga pembekalan sebelum penerjunan.

"Perusahaan lain bisa saja bikin program langsung kucurin dana, tapi kita enggak. Kita ingin melibatkan anak muda, ini yang membedakan," ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, kuota PJN di tahun ketiga ini meningkat dari dua tahun sebelumnya yang hanya 18 dan 24 peserta.

"Dua peserta terpilih akan diberangkatkan ke Amerika Serikat. Jadi, kaya camp gitu selama seminggu atau dua minggu nanti mereka di sana," ucap Prabowo.

Simak Video "Viral! Kepala Bocah SD Nyangkut di Bangku Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com