detikNews
Jumat 05 Juli 2019, 08:02 WIB

Tunggu Kalung GPS, Harimau Bonita Akan Dilepasliarkan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Tunggu Kalung GPS, Harimau Bonita Akan Dilepasliarkan Foto: Bonita. (dok. BBKSDA Riau)
Pekanbaru - Masih ingat dengan harimau Bonita yang sempat menerkam dua warga Riau hingga tewas? Kini puncak predator itu akan dilepasliarkan setelah setahun lebih direhabilitasi.

"Ada dua harimau Riau yang berada di pusat rehabilitasi di Sumbar,akan segera kami lepasliarkan. Satu Bonita sudah setahun setengah berada di sana, satu lagi harimau yang kami beri nama Atan Bintang," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDS) Riau, Suharyono, kepada detikcom, Jumat (5/7/2019).

Haryono menjelaskan kedua harimau liar ini akan segera dilepasliarkan di salah satu kawasan konservasi di Riau. Saat ini pihak BBKSDA Riau lagi menunggu kalung global positioning system (GPS) collar yang dibeli dari Kanada.


"Kalung GPS tersebut insyaallah akhir bulan ini (Juli 2019) diperkirakan akan sampai. Setelah sampai kami akan di pusat rehabilitasi harimau sumatera di Dharmasraya di Sumbar. Nantinya kalung yang bisa mendeteksi keberadaan kedua satwa liar itu akan kami pasangkan," kata Haryono.

Kedua satwa ini, kata Suharyono, akan dilepasliarkan di kawasan hutan di Riau. Keduanya akan dilepaskan pada satu kawasan yang sama. "Ini karena Bonita harimau betina dan Atan jantan, jadi akan dilepasliarkan dalam satu kawasan," kata Haryono.

Pertimbangan melepaskan satu wilayah karena kedua harimau ini antara jantan dan berita sehingga secara alamiah mereka tidak berebut wilayah kekuasaan. "Kalau jantan dan betina tidak masalah dilepas di kawasan yang sama. Ini karena tidak akan terlalu terkait masalah teritori," kata Haryono.

Sekedar mengingatkan, harimau Bonita pada Januari 2018 menyerang wanita pekerja di kebun sawit di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hili (Inhil) Riau. Selanjutnya pada Maret di tahun yang sama, kembali menyerang pria hingga tewas.


Lebih dari 3 bulan pasca menyerang manusia pertama kali, Bonita terus diburu untuk dievakuasi. Perburuan Bonita memakan waktu cukup lama, hingga April akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi.

Perangai Bonita pun dianggap aneh karena tidak merasa risih berdekatan dengan manusia. Dalam proses pencariannya, dia acap kali menunjukan diri ke pekerja perkebunan. Tim BBKSDA Riau dan anggota kepolisian juga pernah kepergok di tengah hutan dengan jarak hanya 5 meter.

Tim berhadap-hadapan dengan Bonita. Harimau liar ini mengelilingi tim dengan pandangan mata yang tajam. Namun dia tidak melakukan penyerangan. Ada satu jam lebih berhadapan dengan Bonita yang akhirnya dia pergi setelah tim lainnya menyusul ke lokasi.

Tak hanya itu, Bonita acap kali nongkrong di sekitar rumah warga yang ada di dusun. Malah sempat menyerang kerbau milik warga. Bonita akhirnya berhasil diamankan setelah ditembak bius dan dievakuasi ke pusat regabilitasi.

Untuk harimau Atan ini juga unik. Satwa langka ini keluar dari habitatnya dan memasuki kawasan pasar di Kecamatan Pulau Burung di Kabupaten Inhil. Harimau liar ini main ke pasar yang membuat heboh warga sekitar.

Harimau ini terjebak di bawa kolong ruko yang ada di pasar. Dia terjebak tidak bisa keluar karena sempitnya kolong ruko yang berlumpur itu. Beruntung, kejadian November 2018 akhirnya bisa dievakuasi ke pusat rehabilitasi.

"Bonita dan Atan dalam keadaan sehat. Keduanya akan segera kami lepas liarkan," tutup Haryono.

Selama di pusat rehabilitasi, kedua harimau ini belum pernah diketemukan dalam satu kandang. Hanya saja, kedua hari ini sering merapat di pembatas kandang. "Ya mungkin mereka ini lagi PDKTlah. Karena sering keduanya merapat di pembatas kandang. Belum pernah mereka kita ketemukan dalam satu kandang," kata Haryono.

Simak Video "Momen Pelepasliaran Harimau Bonita dan Atan ke Habitat Alaminya"
[Gambas:Video 20detik]

(cha/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed