detikNews
Rabu 03 Juli 2019, 19:25 WIB

Jaksa Cecar Staf Ahli Menag soal Kalimat 'Ikhtiar Bareng Menteri'

Zunita Putri - detikNews
Jaksa Cecar Staf Ahli Menag soal Kalimat Ikhtiar Bareng Menteri Janedjri M Gaffar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa pada KPK mengungkap percakapan Staf Ahli Menag Bidang Hukum dan HAM Janedjri M Gaffar saat berbicara via telepon dengan mantan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Dalam percakapan itu, Janedjri melapor kepada Haris tentang kegiatannya untuk membantu Haris lolos dalam tes seleksi Kakanwil.

Awalnya, jaksa mengkonfirmasi percakapan antara Janedjri dan Haris. Dalam percakapan itu, Janedjri mengaku sedang berikhtiar dengan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

"Nantilah cerita, nanti kalau bertemu saya ceritakan ikhtiarnya. Ikhtiar itu untuk apa?" tanya jaksa KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).





Janedjri tidak menjawab pasti apa maksud kata 'ikhtiar' itu. Dia malah menyebut surat KASN yang merekomendasikan Kemenag agar tak melantik Haris itu adalah bagian dari penzaliman KASN terhadap Haris.

"Gini, karena surat KASN menegaskan bahwa PPK direkomendasikan nggak lantik Haris. Kemudian yang jadi pertanyaan surat KASN 27 Februari ini satu rangkaian dengan surat KASN 29 Februari. Surat itu merekomendasikan kepada PPK untuk tidak meluluskan Haris, tapi pelaksanaannya di tahap akhir. Di situlah saya lihat sebenarnya Haris ini memenuhi syarat, tapi yang bersangkutan dizalimi," ujar Jenedjri.





"Sejak awal dengan persyaratan yang bertentangan, ditambah lagi surat KASN yang rekomendasikan agar Haris dinyatakan tak lulus administrasi, tapi pelaksanaannya di tahap akhir. Oleh karena itu, ini saya lihat ini orang dizalimi. Padahal, berdasarkan hukum, yang bersangkutan sebenarnya dia memenuhi syarat," imbuhnya.

Dasar Janedjri menyebut Haris memenuhi syarat berasal dari legal opinion yang dibuatnya atas dasar perintah Menag Lukman. Legal opinion itu, pada intinya, Kemenag bisa meloloskan Haris dengan syarat sasaran kinerja pegawai (SKP) Haris bernilai baik selama 2 tahun terakhir. Atas legal opinion itu, akhirnya Kemenag meloloskan Haris untuk menduduki jabatan Kakanwil Jatim.

Kembali ke pernyataan ikhtiar Janedjri, dia mengaku ikhtiar yang dimaksud adalah meluluskan Haris untuk menduduki Kaknwil Jatim.

"Saudara sampaikan ini ke Haris 'nantilah kita sampaikan ikhtiarnya kalau bertemu, sementara saya sekarang lagi ikhtiar sama Pak Menteri'. Ikhtiar kan usaha. Usaha untuk apa? Usaha golin Haris jadi Kakanwil?" ujar jaksa.




Janedjri menjawab ikhtiar yang dimaksud itu meluluskan Haris dalam seleksi. Meski begitu, dia mengaku yang memiliki wewenang meloloskan dan melantik Haris adalah Menag Lukman.

"Ikhtiar untuk mengatakan kalau sebenarnya Haris ini lulus seleksi administrasi. Lulus dalam seleksi," jelasnya.

Dalam persidangan ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Haris Hasanuddin dan Muhammad Muafaq Wirahadi. Haris didakwa memberikan suap kepada Rommy. Mantan Kakanwil Kemenag Jatim itu disebut memberikan uang total Rp 255 juta kepada Rommy untuk mendapatkan jabatan tersebut. Sedangkan Muafaq didakwa menyuap Rommy Rp 91,4 juta.



Simak Juga 'Detik-detik Ajudan Rommy Bawa Uang Suap Terekam CCTV':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Staf Ahli Menag Sebut Haris Hasanuddin Dizalimi"
[Gambas:Video 20detik]

(zap/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com