detikNews
Selasa 02 Juli 2019, 16:01 WIB

RS Polri Sarankan Pembawa Anjing Masuk Masjid Dirawat di RSJ

Matius Alfons - detikNews
RS Polri Sarankan Pembawa Anjing Masuk Masjid Dirawat di RSJ Kepala RS Polri Brigjen Musyafak (Alfons/detikcom)
Jakarta - RS Polri Kramat Jati menyarankan perempuan pembawa anjing ke masjid, SM, dirawat di rumah sakit jiwa. RS Polri menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada penyidik Polres Bogor.

"Iya, dari hasil pemeriksaan dan observasi kemarin selama dua hari ya, itu kita akan beri masukan atau saran ke penyidik untuk tindak lanjut, dan dirawat di RSJ, usulan kami. Adapun pelaksanaan tergantung penyidik," kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Musyafak kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).



Musyafak lalu menjelaskan terkait proses observasi terhadap SM selama dua hari ini. Kondisi SM, menurut Musyafak, berubah menjadi lebih tenang setelah proses observasi.

"Ini sudah ke klinis ya, jadi observasi ini kita pantau dari jam ke jam perubahan pada sikap yang bersangkutan. Yang tadinya gelisah, yang tadinya barangkali mengamuk, kemudian kita kasih obat injeksi dan sebagainya supaya tenang dan termasuk observasi. Kalau sudah tenang, kita wawancara, autoanamnese, dan sebagainya ya, pemeriksaan bersangkutan," ucapnya.



Musyafak juga memastikan SM mengidap penyakit skizofrenia. Kepastian itu didapat setelah RS Polri berkoordinasi dengan tim dokter yang pernah menangani SM sebelumnya.

"Memang dari hasil pengalaman penyakit dahulu ditangani dokter tersebut, kemudian penanganan dari ahli kami, kami bisa simpulkan penyakit skizofrenia," ungkap Musyafak.

"Informasi terakhir hari ini bisa disimpulkan untuk kami buatkan visum, karena hasil dari medical record sebelum dari RS Marzuki Mahdi dari dokter yang pernah menangani di sana dengan hasil pemeriksaan kemarin dan hari ini," imbuhnya.

Sebelumnya, Polres Bogor menetapkan SM sebagai tersangka dugaan penodaan agama. Dia dijerat dengan Pasal 156a KUHP. SM juga langsung ditahan.

"Berdasarkan alat bukti beberapa keterangan saksi sejumlah 5 (lima) dan persesuaiannya dan barang bukti berupa rekaman video serta pakaian dan sepatu yang digunakan SM masuk ke dalam masjid, penyidik meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan menaikkan status SM menjadi tersangka," kata Kasubbag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena dalam keterangannya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan tetap meneruskan kasus ini hingga ke pengadilan. Kondisi kejiwaan SM akan ditentukan hakim.

"Saya tekankan bahwa kasus ini terhadap tersangka kita kenakan Pasal 156 KUHP, 156a KUHP. Kita pastikan bahwa kasus ini tetap dilaksanakan penyidikannya. Lanjut. Kalaupun nanti hasil dari kejiwaan tersebut, pemeriksaan kejiwaan, memang memiliki gangguan kejiwaan, seperti yang dimaksud pada Pasal 44 ayat 2 KUHP, kejiwaan, itu semua nanti akan diputuskan di pengadilan. Jadi atas keputusan hakim di pengadilan," kata AKBP Dicky di Markas Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Simak Video "Pengurus Masjid Bantah Nikahkan Suami Wanita Pembawa Anjing"
[Gambas:Video 20detik]

(maa/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com