detikNews
Minggu 30 Juni 2019, 18:15 WIB

3 Minggu Usai Banjir Sultra, Distribusi BBM-LPG Normal Lagi

Ibnu Munsir - detikNews
3 Minggu Usai Banjir Sultra, Distribusi BBM-LPG Normal Lagi Foto: Ilustrasi banjir (Antara Foto)
Makassar - Tiga minggu pascabanjir melanda beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG sudah normal lagi.

"Alhamdulillah, seluruh lembaga penyalur produk-produk Pertamina sudah normal seperti sedia kala," kata Unit Manager Comumunication and CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, di Makassar, Minggu (30/6/2019).




Menurut Hatim, sejak awal bencana, Pertamina sudah langsung menerapkan pola RAE (Regular Alternative on Emergency) yang otomatis dihidupkan jika muncul kendala distribusi BBM/LPG. "Terhitung sejak Minggu (9/6) jalur distribusi armada mobil tangki BBM dan LPG Pertamina telah dialihkan melalui jalur distribusi alternatif," ujarnya.

Tercatat per Jumat (28/6) stok BBM dan LPG di Provinsi Sulawesi Tenggara dalam kondisi aman, masing-masing berada di level 4 hari untuk Premium, 5 hari untuk Solar, 11 hari untuk Pertamax, 11 hari untuk Avtur dan 2 hari untuk LPG.

"Ini merupakan hasil dari optimalisasi jalur distribusi alternatif yang dilakukan selama terjadi banjir, kini terminal BBM dan LPG Pertamina di Kabupaten Kolaka dan Kota kendari berada dalam posisi stok normal dan aman," ujar Hatim.

Hatim menjelaskan, pemulihan yang cukup cepat ini berkat kesigapan seluruh tim Pertamina dalam melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan alam.

"Ini tak lain karena kami sudah memiliki pola-pola pengalihan pasokan yang sudah dirancang sebelumnya," ujarnya.


Upaya pemulihan jalur, juga dilakukan pada distribusi BBM dan LPG di ruas yang beberapa titik di antaranya mengalami jembatan putus seperti di Ameroro dan Asera, dengan koordinasi yang aktif bersama pihak-pihak terkait untuk percepatan perbaikan jembatan agar pemulihan jalur distribusi dapat dilaksanakan tidak hanya dalam waktu yang singkat namun juga tetap mengedepankan aspek safety hingga akhirnya dapat dilalui oleh Mobil Tangki BBM dan LPG dengan bobot maksimum 8 Ton.

Hatim menegaskan, untuk daerah-daerah yang terdampak oleh bencana banjir seperti Kabupaten Konawe, Konawe Utara dan Kolaka Timur, seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sudah beroperasi secara normal. Di Kolaka Timur, 4 SPBU yang ada di sana seluruhnya sudah beroperasi. Sebanyak 5 SPBU yang ada di Konawe juga sudah seluruhnya beroperasi melayani masyarakat dengan normal, sedangkan di Konawe Utara yang merupakan daerah terdampak banjir paling parah, sebanyak 4 SPBU sudah kembali melayani konsumen.

"Apabila masyarakat sebelumnya tidak dapat mengakses SPBU 76.933.04 Wiwirano yang lokasinya terisolir karena banjir, saat ini sudah dapat membeli BBM di SPBU tersebut yang sudah kembali beroperasi secara normal setelah dilakukan pengiriman produk Premium sebanyak 32 kiloliter ke SPBU tersebut," tegas Hatim.

Sementara untuk distribusi LPG, lembaga penyalur yang berada di wilayah terdampak banjir sebanyak 2 SPBBE di Kendari dan Kolaka, serta 11 agen LPG, semuanya sudah beroperasi dengan normal semenjak Jumat (21/06) bersamaan dengan surutnya genangan air akibat banjir yang terjadi.



Tonton Video Pasca Banjir, Puluhan Sekolah di Konawe Utara Dibersihkan:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Banjir di Parigi Sulteng: RS Kena Dampaknya, Motor Terseret Arus"
[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com