detikNews
Jumat 28 Juni 2019, 18:41 WIB

Wali Kota Semarang Serahkan Bantuan ke 193 Keluarga Kurang Mampu

Uji Sukma Medianti - detikNews
Wali Kota Semarang Serahkan Bantuan ke 193 Keluarga Kurang Mampu Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyalurkan bantuan kepada 193 Kepala Keluarga yang termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kecamatan Semarang Tengah.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Pihadi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk subsidi silang. Pihak yang mampu memberikan bantuan kepada pihak yang membutuhkan.

"Warga hari ini ada yang sukses dan masih ada yang kekurangan. Pemerintah melihat hal ini sebagai subsidi silang. Yang mampu bisa bayar pajak, dan yang tidak mampu pemerintah mengalirkan APBN dan APBD agar bisa lebih baik lewat program BPNT," terang Hendi dalam keterangan resmi, Jumat (28/6/2019).



Lebih lanjut Hendi menjelaskan, setiap KPM akan diberi bantuan nontunai sebesar Rp 110 ribu yang ditransfer setiap bulan ke dalam kartu keluarga sejahtera. Kemudian dana dalam kartu tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari di e-Warong.

"Untuk Kecamatan Semarang Tengah sendiri saat ini ada dua e-Warong yang sudah berjalan. Mereka belanja dengan menggesek kartu tersebut untuk beli beras, gula, telur dan kebutuhan sehari-hari lain." terang Hendi.

Pada 2019, Kota Semarang memperoleh kuota KPM sebanyak 39.190 yang terdiri dari KPM aktif berjumlah 37.483, KPM usulan baru sejumlah 1.208, dan KPM ganti pengurus 322. Dalam penyerahan BPNT tersebut, Kecamatan Semarang Tengah mendapat kuota 1784 KPM, di mana 193 KK adalah merupakan bagian penambahan kuota.

Hendi juga tidak lupa mengajak KPM penerima BPNT untuk berkomitmen menggunakan dana tersebut sebaik-baiknya serta memiliki persiapan apabila sudah mampu tidak mendapat bantuan lagi.


"Yang penting bapak-ibu siap menggunakan dana tersebut sebaik-baiknya. Bila kemudian sudah mampu dan masuk golongan keluarga sejahtera lebih bijak untuk tidak mendapatkan bantuan, agar kemudian diperuntukkan bagi warga masyarakat lain yang lebih membutuhkan," ujar Hendi.

Di samping memberikan bantuan BPNT, Hendi, juga memiliki program di bidang kesehatan. Pada tahun 2018, Hendi meluncurkan program UHC supaya masyarakat tidak mampu bisa memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan mudah. Sementara di bidang pendidikan, Hendi juga memberikan beasiswa bagi warga kurang mampu serta program RTLH yang telah merambah hingga 11.000 unit rumah.

Simak Video "BNPB: Bantuan Asing untuk Tangani Karhutla Belum Dibutuhkan"
[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com