detikNews
2019/06/28 08:31:31 WIB

Round-Up

02 Kandas di MK, BW Anggap Persoalan Paradigma

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
02 Kandas di MK, BW Anggap Persoalan Paradigma Sidang MK (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Dalil-dalil tim kuasa hukum Prabowo kandas di MK. Seluruh pernyataan saksi dan ahli untuk gugatan kubu 02 ditolak oleh Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua Kuasa Hukum Prabowo menganggap hal itu hanya soal paradigma.

Salah satu pernyataan dari ahli yang dimentahkan yakni Jaswar Koto. Ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), membela keterangan Jaswar terkait perbedaan suara sah pilpres dengan pemilihan anggota DPD.

Argumen Jaswar dalam persidangan pada Kamis (20/6/2019), menyebut, dalam analisisnya, terdapat 63 TPS yang terjadi kesalahan input perolehan suara. Kesalahan itu berupa pengurangan untuk suara 02 dan penambahan di suara paslon 01.

Jaswar melakukan analisis tanda tangan pada form C1 Pilpres dan form C1 DPD yang tersebar pada 21 provinsi di Indonesia. Analisisnya itu menemukan beberapa pola kesalahan pada Situng Pilpres 2019 dan identifikasi form C1. BW mengaku ahli yang dihadirkan memiliki argumen kuat mengapa membandingkan suara DPD dengan pilpres.

"Kami punya argumen ada suara tidak sah yang berbeda antara DPD dan pilpres. Tadi argumen mereka (hakim) kenapa nggak dibandingkan dengan DPR. Ada logic yang beda, kalau di DPR kan banyak partai yang bisa dipilih, jadi nggak bisa dicocokkan," kata BW di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

"Seandainya dengan DPR, ternyata suara tidak sah di sana gede'. Jadi kita katakan, 'Kok suara tidak sah di presiden jauh lebih kecil daripada di DPD'. Jadi itu agak cocoknya di DPD. Tapi majelis hakim ke DPR, sekarang saya tanya apakah masyarakat tahu jumlah partainya? Itu soal paradigma," imbuhnya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com