detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 17:45 WIB

Isu Liar Peserta Aksi di MK Meninggal Keracunan Dipastikan Hoax!

Arief Ikhsanudin, Adhi Indra Prasetya - detikNews
Isu Liar Peserta Aksi di MK Meninggal Keracunan Dipastikan Hoax! Isu hoax peserta aksi di sekitar MK meninggal dunia (Foto: dok. Istimewa)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Beredar isu di grup WhatsApp ada seorang peserta aksi di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, meninggal karena keracunan makanan. Isu ini hoax alias bohong karena korban masih hidup.

Hoax yang tersebar di grup WhatsApp itu menyebut adanya relawan 02 yang pingsan saat mengikuti aksi di sekitar MK dan kemudian meninggal. Korban disebut keracunan roti dan nasi kotak yang diberikan gratis di sekitar MK.

"INNALILLAHI. RELAWAN 02 tadi yg pingsan tadi ternyata Beliau udah meninggal dunia 😭😭😭. Tolong bantu kirim al-Fatekhah ditujukan khusus buat Relawan mb tadi ya... Parah eyy udah ada yg kracunan roti ma nasi kotak hati2 kawan kl ada yg kash makanan gratis yg skg ada dpan Mk," demikian pesan hoax yang tersebar itu.


detikcom kemudian melakukan penelusuran. Ternyata di lokasi benar ada seorang peserta aksi yang dibawa petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggunakan ambulans. Korban bernama Ibu Heni.

"Jadi kita standby di sini. Ditelepon dokter relawan. Kita datang ke sana (dekat Patung Kuda). Setelah ke sana, ada dokter (yang mengurus), (korban) sudah diinfus dan mendapat obat," ujar petugas ambulans gawat darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Tuti, kepada detikcom di silang Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).

Tuti mengatakan korban mengaku mengalami sakit perut. Setelah itu, korban ditemani satu orang dokter dan dua relawan lain dibawa menuju Rumah Sakit (RS) Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. Saat di dalam ambulans, korban masih bisa bercerita dan memberitahukan namanya.

"Kata dia habis makan roti. Kita cek tanda vitalnya masih normal," ucap Tuti. Tuti bisa memastikan bahwa kondisi korban masih normal saat dibawa ke RS.

"Masuk ke RS pun jalur kuning. Jalur kuning itu gawat, tapi tidak darurat," ucap Tuti.

detikcom kemudian menyambangi RS Budi Kemuliaan untuk menelusuri lebih jauh. detikcom ditemui oleh Direktur Pelayanan Medik yang juga Ketua Tim Siaga RS Budi Kemuliaan dr M Rifki. Dia didampingi Kepala bagian IGD, suster Sutiana.

Kepada dr Rifki, detikcom menunjukkan isu yang tersebar di grup WhatsApp itu, juga foto ibu peserta aksi di dekat gedung MK yang tampak terbaring dalam kondisi diinfus yang menyertai isu tersebut. dr Rifki membenarkan foto ibu itu adalah orang yang sama dengan pasien yang sedang mereka tangani.

Direktur Pelayanan Medik yang juga Ketua Tim Siaga RS Budi Kemuliaan dr M Rifki. Dia didampingi Kepala bagian IGD, suster Sutiana. Direktur Pelayanan Medik yang juga Ketua Tim Siaga RS Budi Kemuliaan dr M Rifki. Dia didampingi Kepala bagian IGD, suster Sutiana. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

dr Rifki menyebut pasien dibawa ke RS menggunakan ambulans sekitar pukul 11.30 WIB. Pasien dia sebut sebagai Nyonya H, asal Palembang, usia 53 tahun.

"Jadi perlu saya informasikan di RS Budi Kemuliaan, ada satu pasien yang dibawa ke sini. Pasien mengatakan, setelah makan roti, dia muntah-muntah dan pusing. Tapi penyebabnya, apakah yang tadi sebut keracunan segala macam, itu harus dibuktikan lebih dalam terkait pemeriksaan bahan-bahan makanan," ujarnya.


"Pasien juga mengatakan dia muntah di lapangan. Tapi kita dari Budi Kemuliaan tidak melihat sama sekali seperti itu. Jadi, kalau akibat keracunan, kami tidak memastikan itu. Tapi diagnosis dari kami adalah dispepsia, itu adalah semacam gangguan pencernaan. Seperti orang sakit maag-lah," sambungnya.

dr Rifki mengatakan pasien masih dalam kondisi sadar. RS Budi Kemuliaan sudah melakukan penanganan terhadap pasien tersebut dan kondisinya membaik.

"Kita berikan obat sakit maag, pasien diinfus. Pasien sewaktu datang ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan dalam keadaan sadar. Sekarang pasien masih di dalam," ujarnya.

Dia menegaskan informasi yang menyebut korban meninggal adalah bohong.

"Tidak benar meninggalnya. Diagnosis kita saat ini adalah dispepsia. Kaya orang sakit maag-lah. Kalau keracunan yang dibilang tadi, harus dibuktikan dari spesimen muntahnya, makanannya," ujarnya.


12 Petugas KPPS di Yogya Meninggal, UGM: Penyebab Natural:

[Gambas:Video 20detik]


Isu Liar Peserta Aksi di MK Meninggal Keracunan Dipastikan Hoax!





Simak Video "Prabowo Belum Beri Selamat ke Jokowi, TKN pun Bereaksi"
[Gambas:Video 20detik]

(hri/fjp)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed