detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 16:18 WIB

Sidang Putusan Pilpres

02 Ngaku Kehilangan 2.871 Suara Sehari, MK: Situng Bukan Basis Rekapitulasi

Dwi Andayani, Zunita Putri - detikNews
02 Ngaku Kehilangan 2.871 Suara Sehari, MK: Situng Bukan Basis Rekapitulasi Sidang MK (Agung Pambudhy/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak dalil dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal kehilangan 2.871 suara dalam sehari. Dalam dalil tersebut, disebutkan suara pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin justru bertambah.

"Menimbang bahwa pemohon mendalilkan paslon 02 kehilangan 2.871 suara dalam sehari, yaitu semula dalam hitung cepat memperoleh 18.000 suara menjadi 15.131 suara. Sementara perolehan suara paslon 01 berubah dari semula 14.254 suara bertambah menjadi 15.245 suara," kata hakim konstitusi Enny Nurbaningsih membacakan pendapat MK dalam berkas putusan gugatan hasil Pilpres di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).


Prabowo-Sandi selaku pemohon mengajukan alat bukti P140CC berupa video rekaman. Enny mengatakan KPU selaku pihak termohon membantah adanya kecurangan tersebut.

"Termohon membantah dan menerangkan bahwa dalil pemohon tidak berdasar karena tidak menguraikan di mana terjadinya perubahan tersebut. Pemohon juga tidak menjelaskan apa korelasi dari perubahan data hitung cepat dengan perolehan suara masing-masing, terutama pemohon," ucapnya.

Mahkamah pun mencermati bukti video yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandi. Diketahui, video tersebut berasal dari akun media sosial Facebook.


"Setelah Mahkamah mencermati bukti video yang diajukan pemohon, ternyata bukti rekaman yang dimaksud seseorang yang mengaku bernama Alamo Darusalam yang menjelaskan adanya informasi bahwa seseorang yang bernama Prof Sugianto Sulistiono yang pernah meng-upload data web Situng di akun Facebook yang bersangkutan yang pada awalnya menampilkan komposisi perolehan suara paslon 01 yang semula 14.254 dalam waktu sejam berubah jadi 15.245 suara, sehingga ada penambahan suara sebanyak 991," tutur Enny.

"Sebaliknya, paslon 02, awalnya 18.002 berkurang jadi 15.131, sehingga suaranya hilang suaranya sebanyak 2.871," sambungnya.

Mahkamah menilai bukti tersebut hanya narasi yang dibuat pemilik akun. Mahkamah juga mengingatkan Situng KPU bukan basis rekapitulasi suara dalam pemilu.


"Terhadap fakta hukum tersebut, bukti video yang dimaksud hanyalah narasi yang menceritakan adanya akun Facebook yang bertambah dan hilangnya suara paslon. Sesuai dengan posisi Situng yang bukan merupakan basis rekapitulasi suara hasil karena masih dimungkinkan adanya koreksi dan perubahan. Narasi tersebut sama sekali tidak menjelaskan apa pun terkait dengan hasil akhir rekapitulasi perolehan masing-masing paslon," tuturnya.

Mahkamah menolak dalil dari tim hukum Prabowo-Sandi. "Dengan demikian, dalil pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum," ujar Enny.



Tonton Video Ahli Prabowo Sebut Suara 01 Ditambah, Suara 02 Dikurangi:

[Gambas:Video 20detik]


02 Ngaku Kehilangan 2.871 Suara Sehari, MK: Situng Bukan Basis Rekapitulasi



Simak Video "MK Beri Toleransi Tim Prabowo Kumpulkan Bukti hingga Jam 4 Sore"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/fdn)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com