detikNews
2019/06/27 07:21:30 WIB

Round-Up

Kesaksian Menteri Lukman di Sidang Jual-Beli Jabatan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 3 dari 4
Kesaksian Menteri Lukman di Sidang Jual-Beli Jabatan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Ari Saputra/detikcom)


Dalam penggeledahan pada waktu proses penyidikan, KPK menemukan sejumlah uang dari laci meja kerja Lukman. Namun Lukman menyebut uang-uang itu merupakan penerimaan resmi dari 3 sumber, yaitu dana operasional menteri atau yang biasa disingkat DOM, lalu honorarium yang ia dapat ketika menjadi pembicara atau kegiatan sejenis, dan sisa biaya perjalanan dinas yang dilakukannya sebagai menteri.

Lukman mengaku tidak pernah menghitung jumlah uang di dalam laci itu. Namun sesekali dia mengelompokkan uang tersebut sebesar Rp 10 juta.

"Biasanya kalau sudah terlalu penuh laci meja kerja, saya buka dan kelompokkan Rp 10 juta dan ikat karet dan saya satukan dengan amplop tersendiri yang terpisah, kecuali uangnya dari DOM yang jumlahnya cukup besar, dan itu ada kertas pengikat dari bank, jadi variatif dari bank ada dari karet. Setelah saya kelompokkan Rp 10 juta saya masukkan ke amplop saya taruh di situ," ucap Lukman.

Namun yang menjadi tanda tanya bagi jaksa adalah pecahan uang dolar sebesar USD 30 ribu yang juga berada di dalam laci itu. Uang apa itu?

Lukman menyebut uang dolar itu dari pejabat Kedubes Arab Saudi meski awalnya Lukman mengaku telah menolaknya. Pejabat Kedubes Arab Saudi itu, disebut Lukman, merupakan panitia dalam kegiatan MTQ Internasional yang digelar di Jakarta. Mereka disebut Lukman puas dengan kegiatan itu sehingga ingin memberikan hadiah kepada Lukman.

"Awalnya saya tidak terima, tapi dia bilang ini bentuk hadiah... dan tidak boleh saya terima itu. Ya sudah berikan saja ke khairiyah, maksudnya kegiatan-kegiatan kebajikan, bakti sosial, pendidikan, dan aktivitas-aktivitas amal," ucap Lukman.




Lukman menyebut 2 pejabat itu adalah mantan atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Syekh Ibrahim Sulaiman al-Nughomsy dan Kepala Atase Bidang Keagamaan Kedubes Arab Saudi Syekh Saad Bin Husein An Namasi. Keduanya memberikan uang itu saat berkunjung kantor Kemenag Agama.

"Betul ini ya? Bisa mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara kita lho ini, Pak. Bukan dari orang lain? Ini banyak lo hampir setengah miliar, ngasihnya di mana?" tanya jaksa.

"Beliau ke kantor saya," jawab Lukman.

Jaksa kemudian menanyakan alasan pejabat Kedubes Arab Saudi itu memberikan uang. Menurut Lukman, tradisi di Arab Saudi memang seperti itu.

"Tradisi di Arab kalau sudah senang dengan sesuatu tapi dia kasih hadiah macam-macam, tapi saya katakan sebagai penyelenggara negara tidak boleh terima gratifikasi tapi dia berkali-kali (mengatakan), 'Sudah terserah Pak Menteri kegiatan kebijakan dan sosial, saya merasa saya harus membantu Pak Menteri'," ucap Lukman menirukan perkataan para pejabat Kedubes Arab Saudi itu.

Tak berhenti di situ, ada lagi kesaksian Lukman tentang uang lainnya. Uang apa lagi?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com