detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 21:40 WIB

Kerangka Manusia di Rumah Kosong di Bekasi Korban Gantung Diri?

Isal Mawardi - detikNews
Kerangka Manusia di Rumah Kosong di Bekasi Korban Gantung Diri? Foto: Isal Mawardi/detikcom
bekasi - Seutas tali tambang ditemukan di lokasi penemuan kerangka manusia di sebuah rumah kosong di Perumahan Vila Indah, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Belum diketahui apakah tali tambang itu berkaitan dengan kematian jasad dari kerangka tersebut.

Hamdani Arif (67) selaku Ketua RT 1 RW 5 Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, mengaku melihat kondisi awal penemuan kerangka itu. Menurut pengamatannya, posisi kepala terpisah dengan kerangka lainnya, sehingga menimbulkan pertanyaan dalam proses kematian jasad.

"Saya tidak tahu persis apakah pembunuhan atau bunuh diri. Karena ada posisi tali menggantung, kepalanya terpisah, baju warna putih kusam, celana hitam, ada rangka di dalam situ (celana dan baju)," jelas Hamdani kepada wartawan di lokasi, Rabu (26/6/2019).

Hamdani mengaku menerima laporan dari saksi terkait penemuan kerangka itu. Hamdani langsung mengecek ke lokasi dan ternyata benar saja ada kerangka manusia di dalam rumah tersebut.

"Saya cek, benar, tadinya pintunya tertutup rapat karena diganjal. Dia (saksi) itu masuknya lewat jendela. Saya lihat betul bahwa ada mayat, tidak tahu laki-laki atau perempuan. Saya langsung lapor polisi," katanya.



Polisi kemudian datang ke lokasi dan mengecek temuan kerangka tersebut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berkaitan dengan temuan itu, termasuk salah satunya tali tambang.

Tidak diketahui identitas korban tersebut. Hamdani juga sejauh ini tidak menerima laporan adanya warga yang kehilangan anggota keluarganya.

Rumah yang menjadi TKP penemuan mayat adalah rumah kosong yang tidak terawat. Rumah itu milik seseorang bernama Roni dan sudah ditinggalkan sekitar tahun 1990-an.

"Rumah itu kosong dari semenjak bangun sampai sekarang belum dibeli orang, dibangun dari tahun 1990-an, atas nama pemiliknya namanya Roni. Yang mau beli silakan harganya Rp 6 juta satu meternya," jelas Hamdani.

Rumah kosong itu kadang-kadang digunakan oleh anak-anak sekitar buat nongkrong. Bahkan dia sering membubarkan anak-anak muda yang nongkrong di situ.

"Semenjak beberapa kali dibubarin, sudah nggak kelihatan lagi. Biasanya nongkrong di jalanan depan rumah (TKP)," tuturnya.



(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed