detikNews
2019/06/26 20:39:25 WIB

Round-Up

Fakta-fakta Sidang Gugatan Prabowo di MK

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Fakta-fakta Sidang Gugatan Prabowo di MK Gedung MK/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Besok menjadi hari sidang penentu atas gugatan hasil Pilpres 2019. Mahkamah Konstitusi (MK) bersidang mengetok palu putusan atas gugatan Pilpres yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"RPH (Rapat Permusyawaratan Hakim) pembahasan perkara sudah selesai. MK memastikan siap menggelar sidang pengucapan putusan besok," ujar Juru Bicara MK Fajar Laksono kepada wartawan di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Total ada 5 kali sidang gugatan hasil Pilpres yang digelar di MK. Sidang perdana digelar Jumat, 14 Juni dengan agenda pembacaan permohonan tim hukum Prabowo-Sandiaga.





Pada intinya, tim hukum Prabowo-Sandiaga dalam permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 meminta MK mendiskualifikasi capres -cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Prabowo-Sandiaga dalam petitumnya, memohon ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.


Berikut sejumlah fakta terkait sidang gugatan hasil Pilpres:


Tim hukum Prabowo-Sandiaga/Pemohon

1. Klaim Kemenangan

Dalam petitum ketiga, tim hukum Prabowo-Sandiaga menyebut perolehan suara yang berbeda dari penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU. Jokowi-Ma'ruf Amin menurut tim hukum Prabowo memperoleh 63.573.169 suara (48%). Sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga, menurut tim hukum, memperoleh suara 68.650.239 (52%).

2. Kecurangan TSM

Tim hukum Prabowo menyebut sudah terjadi kecurangan Pilpres yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Anggota tim hukum Prabowo, menyebut paslon 01 diduga menyalahgunakan kekuasaannya selaku presiden petahana.

Kelima dugaan kecurangan TSM yakni penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan program kerja pemerintahan; penyalahgunaan birokrasi dan BUMN;Ketidaknetralan aparatur negara: polisi dan intelijen; Pembatasan kebebasan media dan pers dan kelima soal Diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakan hukum.

3. Penggelembungan Suara

Soal penggelembungan suara dalam pelaksanaan Pilpres 2019. Penggelembungan suara berkisar dari angka 18 juta suara hingga sekitar 30 juta suara.

"Pemohon memohon kepada majelis untuk memerintahkan merekap seluruh C7 (daftar hadir) di TPS secara terbuka sebagai langkah awal untuk mengetahui basis kecurangan pemilu karena potensi penggelembungan suara antara 18.663.247 sampai dengan 30.462.162," kata kuasa hukum tim Prabowo-Sandiaga, Teuku Nasrullah, saat membacakan permohonan gugatan.

Karena itu, dalam petitum nomor 8, Prabowo-Sandiaga memohon MK menyatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran dan kecurangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 melalui penggelembungan dan pencurian suara secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed