detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 13:33 WIB

Yakin Prabowo Kalah di MK, Bara Hasibuan Bicara Rekonsiliasi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Yakin Prabowo Kalah di MK, Bara Hasibuan Bicara Rekonsiliasi Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan yakin Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan kalah dalam gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Bara lalu menyinggung soal rekonsiliasi untuk menyembuhkan 'luka' selama kampanye.

"Jadi melihat alat bukti yang dipresentasikan selama proses sidang MK, keputusan MK besok saya pikir bisa diprediksi. Dalam artian, gugatan Prabowo-Sandi akan ditolak oleh Mahkamah Konstitusi," ujar Bara di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Oleh karena itu, kita akan meneruskan langkah selanjutnya menyuarakan rekonsiliasi, menyembuhkan luka-luka selama kampanye," imbuhnya.




Menurut Bara, rekonsiliasi menjadi prioritas. Karena itu, PAN disebut akan mendukung pemerintah. PAN juga akan segera menggelar rapat kerja nasional (rakernas) untuk menentukan arah politik partai berlambang matahari putih itu ke depan.

"Kami akan menyatakan sikap selanjutnya bagi PAN kan semuanya sudah selesai kan dan kami kemungkinan besar akan melakukan rakernas secepatnya untuk menentukan sikap politik PAN, the next logical step, langkah-langkah logis selanjutnya bagi PAN sebagai parpol, apa yang kami bisa lakukan untuk 5 tahun ke depan," jelasnya.

Bara menjelaskan digelarnya rakernas PAN bukan karena partai tersebut tidak mau 'ketinggalan kereta'. Baginya, rakernas yang dilakukan pasca-putusan MK adalah hal yang wajar.

"Rakernas dibuat setelah keputusan MK diumumkan sesuatu hal yang sangat normal. Ya memang seharusnya begitu. Jadi bukan hanya kita jangan-jangan kita ketinggalan bahwa kereta itu akan pergi meninggalkan PAN. Bukan itu pertimbangan utamanya. Kongres itu sesuai dengan jadwal awal tahun depan, Januari 2020," tuturnya.

Bara menampik akan dicap sebagai pembelot jika benar PAN akan hengkang dari koalisi Prabowo-Sandi. Menurutnya, pasca-putusan MK, semua partai memiliki otoritas menentukan langkah selanjutnya.

"Kami tidak melakukan apa-apa langkah selanjutnya karena kami menghormati proses di MK. Dan besok keputusan akan dibacakan oleh para hakim, dan itu memang sudah selesai secara ofisial, secara resmi. Dan tentu partai yang tergabung di koalisi memiliki otoritas penuh, termasuk PAN, untuk menentukan langkah selanjutnya," ucap Bara.




Bara menyebut memang ada perdebatan dalam internal partainya soal arah politik PAN ke depan. Bara kembali menyatakan kemungkinan PAN merapat ke kubu Jokowi sangat besar. Saat ditanya apakah sikap Amien Rais sudah melunak, Bara tak menjawab secara gamblang.

"Saya pikir nanti semuanya kalau keputusan itu diambil akan menerima. Dan memang ini juga saya kemukakan beberapa kali, partai itu ingin besar tentu berarti itu secara institusi tidak tergantung pada satu orang dan tidak bisa kalau kita mengambil keputusan kita harus terus-menerus berpikir apakah satu orang ini akan suka atau tidak. Dan tidak bisa partai hanya digunakan sebagai kendaraan pribadi," ungkap Bara.

"PAN adalah partai yang lahir dari gerakan reformasi. PAN harus menunjukkan partai yang berbeda yang betul-betul memperjuangkan ide, kami didirikan bukan hanya menjadi kendaraan politik pribadi seseorang saja tapi kami didirikan untuk memperjuangkan ide-ide Indonesia baru, reformasi, dan banyak tokoh PAN orang-orang yang aktif di reformasi," pungkasnya.



Prabowo-Sandi Saksikan Sidang Putusan MK di Kertanegara:

[Gambas:Video 20detik]


(azr/dhn)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed