detikNews
2019/06/26 07:32:38 WIB

Round-Up

Saling Sindir 2 Kolega Profesor Pasca-Sidang MK

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Saling Sindir 2 Kolega Profesor Pasca-Sidang MK Sidang MK (Foto: Antara Foto/Galih Pradipta)
Jakarta - Tensi panas di persidangan gugatan hasil pilpres yang dilayangkan Prabowo-Sandi masih terasa hingga luar Mahkamah Konstitusi (MK). Dua profesor dari lain kubu saling sindir.

Adalah Denny Indrayana, anggota tim hukum 02; dan Edward Omar Sharif Hiariej--salah satu ahli dari 01--yang terlibat saling sindir. Begini awal mula debat dua kolega profesor itu.

Denny Indrayana awalnya mengungkit sikap Edward Omar Sharif Hiariej atau akrab disapa Prof Eddy dalam persidangan di MK. Denny menuding paparan yang disampaikan Prof Eddy dalam sidang sesuai 'pesanan'.

"Kemarin kita tanya ke saksi dari pihak terkait paslon 01, Prof Eddy, kapan dia menggunakan pendekatan teks, kapan dia pada konteks, kata dia ya tergantung kasusnya. Mungkin maksudnya tergantung kliennya," kata Denny di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).


Denny kemudian menceritakan pembicaraannya dengan Prof Eddy soal kasus penistaan agama yang menjerat eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Menurut Denny, dia bertanya apakah Ahok layak atau tidak dipidanakan dan versi ceritanya, Prof Eddy menjawab 'layak'.

"Kemudian dalam proses selanjutnya, Prof Eddy menjadi saksi ahlinya Ahok, ini kapan dia tekstual, kapan dia kontekstual? Mungkin tergantung kliennya," ucap Denny.

Prof Eddy tentu tidak tinggal diam atas pernyataan Denny Indrayana. Apa katanya?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed