detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 21:14 WIB

Jaksa Bacakan BAP Imigrasi: Direktur CSI Palsukan Identitas

Zunita Putri - detikNews
Jaksa Bacakan BAP Imigrasi: Direktur CSI Palsukan Identitas Sidang kasus penyimpangan kredit Direktur PT CSI. (Zunita/detikcom)
Jakarta - Jaksa membacakan keterangan saksi dari pihak Imigrasi, Muhammad Alfi, yang bekerja di Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi terkait pemalsuan identitas oleh Direktur Keuangan PT Central Stell Indonesia (PT CSI) Mulyadi Supardi alias Hua Ping alias Aping beserta istrinya, Lian Hiang Liang, dan anaknya bernama Yulia. Jaksa menyebut mereka memalsukan identitas dan memiliki dua paspor berbeda negara.

Muhammad Alfi bekerja di Subdit Direktorat Imigrasi dengan jabatan PNS sejak 1 Mei 2019 sesuai surat Kemenkum HAM Nomor 85 Tahun 2012. Tugas Alfi adalah menerima penyidikan dan tindak pidana terhadap kartu tanda penduduk (KTP) seluruh masyarakat Indonesia.

"Saksi mengetahui surat dan dokumen atas nama Mulyadi Supardi, karena surat tersebut masuk di Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM, melakukan penyitaan dengan adanya dugaan pelanggaran Imigrasi, yakni orang dengan sengaja memberikan data tidak benar," ujar jaksa Priyo saat membacakan keterangan penyidikan saksi Alfi, yang berhalangan hadir di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).


Jaksa mengatakan Alfi telah melakukan penyidikan terhadap data Mulyadi dan Hiang Liang. Hasilnya, diketahui Mulyadi dan Hiang Liang memiliki dua paspor, yakni Indonesia dan China.

"Dari hasil penyidikan, Mulyadi mempunyai paspor kebangsaan rakyat Tiongkok. Paspor tersebut dikeluarkan 27 Juni 2011. Demikian juga dengan Lian Hiang Liang diduga warga Tiongkok memiliki nama Yan Xu Feng pada 22 Maret 2011," tutur jaksa Priyo.

Alfi, kata Priyo, mengatakan hal dasar yang menyimpulkan bahwa Mulyadi dan Hiang Liang telah memalsukan identitas itu karena bedanya akta lahir. Setelah dilakukan penyidikan, akhirnya ketahuan bahwa Mulyadi memalsukan sejumlah identitas, mulai akta hingga paspor.

"Perbedaan paspor itu mengacu karena akta kelahiran, dapat saksi katakan Saudara Mulyadi Supardi memalsukan, persyaratan perpanjangan paspor ke Kantor Imigrasi Jakarta Timur, kartu keluarga, akta kelahiran, dan paspor lama atas nama Mulyadi Supardi," kata jaksa Priyo.

"Untuk persyaratan Lian Hiang Liang yaitu memalsukan kartu keluarga, akta kelahiran dan paspor lama. Bahwa Saudara Lian Hiang Liang juga pernah menggunakan paspor lain, yaitu paspor Republik Rakyat China," imbuhnya.


Sejatinya jaksa hendak menghadirkan Alfi di persidangan. Namun, karena Alfi dipindahtugaskan ke Sulawesi, akhirnya jaksa membacakan keterangan Alfi saat diperiksa oleh penyidik Polri.

Atas tindakan ini, Mulyadi beserta anak dan istrinya didakwa telah melanggar Pasal 264 ayat 2 KUHP atau Pasal 93 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed