detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 17:35 WIB

Polri Persilakan Amnesty International Serahkan Data Pelanggaran HAM 22 Mei

Audrey Santoso - detikNews
Polri Persilakan Amnesty International Serahkan Data Pelanggaran HAM 22 Mei Brigjen Dedi Prasetyo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Amnesty International Indonesia menemukan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan polisi saat kerusuhan 21-23 Mei. Polri mempersilakan Amnesty International menyerahkan temuan tersebut ke Tim Investigasi Polri.

"Kalau punya data, silahkan data itu diserahkan ke Tim Investigasi Gabungan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada detikcom di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).



Dedi menuturkan pihaknya akan mendalami fakta dan data yang diberikan Amnesty International. Tim internal Polri, menurut Dedi, akan menyampaikan hasil investigasi secara komprehensif.

"Nanti tim akan mendalami fakta dan data yang ditemukan LSM. Nanti hasilnya disampaikan secara komprehensif. Kita menunggu proses dulu," ujar Dedi.



Sebelumnya, Amnesty International Indonesia menyatakan ada dugaan penyiksaan oleh aparat kepolisian dalam kerusuhan pada 21-23 Mei. Dugaannya, penyiksaan terhadap mereka yang sudah ditangkap dan tidak melakukan perlawanan di Jalan Kampung Bali dan sekitar Bawaslu.

"Kita mengidentifikasi ada lima orang, paling sedikit empat orang. Jadi empat korban lainnya di Kampung Bali pada saat bersamaan. Ini kejadian di situ sekitar pukul 05.30 WIB (23 Mei) ada personel Brimob yang memaksa masuk (area parkiran) dibukain pintu oleh petugas smart service parking," ujar Peneliti Utama Amnesty Internasional Indonesia, Papang Hidayat, saat jumpa pers di gedung HDI Hive, Jalan Probolinggo, Menteng, Jakarta Pusat.



Di situ, lanjutnya, polisi menemukan beberapa orang yang sedang tidur di sebuah bangunan, seperti rumah. Polisi langsung menangkap mereka.

"Kemudian polisi mendapatkan satu rumah yang sudah rusak, di situ ada orang yang sedang tidur di dalamnya, biasa nongkrong di situ diambil," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan polisi telah melakukan beragam pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia (HAM) di Kampung Bali dan wilayah sekitarnya di Jakarta pada 21-23 Mei 2019. Amnesty mendorong adanya akuntabilitas di kepolisian terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh personelnya.

Amnesty International telah mewawancarai sejumlah saksi, korban, dan keluarga korban dalam investigasi yang dilakukan selama satu bulan. Kesimpulan tersebut juga diperkuat oleh bukti video yang diterima dan telah diverifikasi oleh tim fakta Amnesty International atau Digital Verification Corps di Berlin, Jerman.

"Pengungkapan ini merupakan upaya kami sebagai bagian dari masyarakat sipil untuk memenuhi hak publik untuk tahu atau right to know terhadap apa yang terjadi pada 21-23 Mei. Kami harapkan bahwa temuan ini bisa mendorong adanya akuntabilitas di kepolisian terhadap segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam kurun waktu tersebut," kata Usman dalam keterangan tertulis.


Mengenal Macam Peran TNI: Dari Pretorian Hingga Participant Ruler:

[Gambas:Video 20detik]


(aud/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed