detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 16:09 WIB

Hilang 2 Tahun karena Dicuri WNA, Senpi Anggota Brimob Bali Ditemukan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Hilang 2 Tahun karena Dicuri WNA, Senpi Anggota Brimob Bali Ditemukan Senjata api laras panjang milik anggota Brimob Polda Bali yang ditemukan, ditunjukkan dalam jumpa pers di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019) Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Denpasar - Senjata api laras panjang milik anggota Brimob Polda Bali Brigadir IB Suda Suwarna yang hilang selama hampir dua tahun akhirnya ditemukan. Senjata jenis SS1 buatan Pindad itu diduga dicuri oleh komplotan perampok money changer asal Rusia.

Senjata itu ditemukan dalam mobil Avanza hitam yang diparkir di depan penginapan Kampung 168 di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Informasi itu diterima polisi pada Jumat (21/6) pukul 15.30 Wita.

"Adanya pemilik penginapan I Made memberikan informasi pada kita jenis mobil Avanza hitam tersebut kurang lebih 3 bulan ditinggal. Mereka menginformasikan pada kita, kita langsung mendatangi mobil tersebut dan dibuka bersama tim identifikasi Polresta dan Polda Bali kita menemukan senjata api laras panjang jenis SS1 dengan nomor seri 96042133," kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan saat jumpa pers di kantornya, Jl Gunung Sanghyang, Denpasar, Bali, Selasa (25/6/2019).




Polisi kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium balistik terhadap senapan warna silver yang ditemukan itu. Hasilnya, senapan itu identik dengan senapan milik anggota Brimob yang hilang.

"Dari nomor seri tersebut kami melakukan uji laboratorium balistik Mabes Polri cabang Denpasar ternyata senpi laras panjang identik sekali dengan senjata yang hilang atau diambil WNA saat itu yang kejadian di Ayana Resort and Spa Jimbaran Kuta Selatan, di mana anggota Brimob mengatakan senjatanya diambil setelah dipukul oleh orang dengan ciri-ciri warga negara asing. Alhamdulilah senjata ini berhasil diungkap," jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kasubid Balistik Metalurgi Forensik Labfor Cabang Denpasar AKBP I Gusti Putu Dana mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan senjata itu masih dalam kondisi aktif. Uji coba itu dilakukan dengan peluru yang menjadi barang bukti.

"Jadi setelah barang bukti ditemukan kami lakukan uji balistik di laboratoriun cabang Denpasar kita tembakkan dengan mempergunakan peluru bukti ini yang kita temukan di kamar senjata. Setelah kita tembakkan baik senjata atau peluru yang ada masih aktif, masih bisa menembakkan dengan baik kemudian pelurunya masih bisa," terang Putu.

Senjata SS1 itu dalam kondisi bagus. Selain itu ada modifikasi berupa penambahan senter dan laser.


 Senjata api laras panjang milik anggota Brimob Polda Bali  yang ditemukan, ditunjukkan dalam jumpa pers di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019) Senjata api laras panjang milik anggota Brimob Polda Bali yang ditemukan, ditunjukkan dalam jumpa pers di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019) Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom



"Senjata ini masih dalam kondisi bagus, kondisinya masih prima buktinya kita tembakkan peluru bukti dan peluru pembanding kita tembakkan tiga kali masih bagus sekali, tidak ada masalah. Yang jelas catnya diubah dari warna sebelumnya hitam menjadi silver dan ditambahin senter dan laser, jadi dia sudah sempat dimodifikasi dengan asesoris lain. Untuk SS1 ini buatan Pindad keluaran tahun berapa saya kurang jelas," jelasnya.

Selain senapan SS1 polisi juga menemukan barang bukti berupa 1 tas ransel,1 koper, 1 tas jinjing, 1 tas golf merek Srixon, 1 tas parasut warna hitam, 1 tali tambang, jammer, HT, linggis, body vest, silikon wajah, wig, pisau beserta sarung dan ikat pinggang, sarung tangan hingga sejumlah parang. Ruddy mengatakan dari hasil rekaman CCTV barang bukti tersebut identik dengan barang-barang yang digunakan di TKP perampokan money changer di Jl Nakula, dan BMC Money Changer Jl Pratama.


 Senjata api laras panjang milik anggota Brimob Polda Bali  yang ditemukan, ditunjukkan dalam jumpa pers di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019) Senjata api laras panjang milik anggota Brimob Polda Bali yang ditemukan, ditunjukkan dalam jumpa pers di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019) Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom



"Dari beberapa barang bukti ini awalnya di TKP Nakula, WNA yang kita lihat dari CCTV dan ini jas yang di CCTV ternyata barang bukti sesuai, dan alat jammer-HT ini juga sesuai, linggisnya juga sesuai," ucap Ruddi

Sebelumnya diberitakan, Brigadir Suda diduga diserang sejumlah orang tak dikenal di parkiran Hotel Ayana Jimbaran pada Selasa, 8 Agustus 2017 silam. Senjata SS1 yang dibawanya diduga dirampas, namun Brigadir Suda sempat tidak mampu mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya saat itu.
(ams/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed