detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 13:12 WIB

AirVisual Bukan Acuan, Ini Data KLHK soal Kualitas Udara di Jakarta

Andhika Prasetia - detikNews
AirVisual Bukan Acuan, Ini Data KLHK soal Kualitas Udara di Jakarta Suasana di DKI Jakarta, Selasa (25/6) pagi. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Kualitas udara di DKI Jakarta dinyatakan tidak sehat berdasarkan data dari situs penyedia peta polusi udara online, AirVisual. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan punya data sendiri dan tidak memakai AirVisual sebagai acuan.

Dari data yang disajikan AirVisual pada hari Selasa (25/6/2019), pukul 10.00 WIB, nilai air quality index (AQI) Jakarta adalah 168 dan kualitas udara Ibu Kota dinyatakan tidak sehat atau 'unhealthy'. Jakarta ada di posisi kedua setelah Lahore, Pakistan. Bahkan tadi pagi AirVisual mencatat kualitas udara Jakarta mencapai angka 216 (very unhealthy/sangat tidak sehat).


Saat dimintai konfirmasi, KLHK menunjukkan data kualitas udara di Indonesia yang tersebar di 15 titik dan 3 di antaranya di Jakarta. Data ini per pukul 09.00 WIB. Berikut ini data kualitas udara di Jakarta pagi ini:

1. Stasiun KLHK-GBK
Konsentrasi PM 2,5: 67
Indeks: 157
Kategori: Tidak sehat

2. Stasiun Jakarta Pusat-Airnow
Konsentrasi PM 2,5: 83
Indeks: 165
Kategori: Tidak sehat

3. Stasiun Jakarta Selatan-Airnow
Konsentrasi PM 2,5: 92
Indeks: 170
Kategori: Tidak sehat

Peta kualitas udara di Indonesia pagi ini, 3 di antaranya di Jakarta.Peta kualitas udara di Indonesia pagi ini, 3 di antaranya di Jakarta. (Foto: Istimewa)

"Data AQMS (Air Quality Monitoring System) KLHK dan kedutaan Amerika tadi pagi. Airnow itu Kedubes AS. Data sekitar jam 09.00 pagi tadi," kata Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK Dasrul Chaniago, Selasa (25/6/2019).

Dasrul mengatakan pihaknya tidak menjadikan AirVisual sebagai acuan. Sebab, kata Dasrul, alat untuk memantau kualitas udara yang digunakan AirVisual tidak dipasang di luar ruang (outdoor).

"Kami tidak kenal AirVisual. Yang saya pahami, alat itu untuk indoor, bukan outdoor," ujarnya.

Sama seperti KLHK, Pemprov DKI tidak menjadikan data AirVisual sebagai acuan. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Andono Warih mengatakan kualitas udara di Jakarta secara umum masih moderat. Dia meyakini kualitasnya masih lebih baik dibanding kota besar di negara lain.

"Secara umum masih dalam, tahun ini moderat. Di tengah-tengah, ada satu saat unhealthy. Kemudian, dibandingkan dengan benchmark di mana pun dibandingkan negara lain, secara kasatmata kita lebih bagus dari kota lain, atau kota yang lagi tumbuh pesat. Kita secara kasatmata saja lebih bagus. Jakarta ini kan geografi di kota pantai, selalu ada angin laut," ujar Andono saat dihubungi, Selasa (25/6).
(dkp/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed