detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 12:16 WIB

Orasi Ilmiah, Habibie Ingatkan soal Keseimbangan Pengetahuan Budaya-Agama

Zunita Putri - detikNews
Orasi Ilmiah, Habibie Ingatkan soal Keseimbangan Pengetahuan Budaya-Agama BJ Habibie (Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom)
Depok - Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Indonesia. Dalam orasinya, Habibie mengingatkan pentingnya merawat demokrasi dengan nilai-nilai dasar Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD).

Orasi ilmiah itu disampaikan Habibie dalam peluncuran 'The Habibie Institue for Public Policy and Governance (HIPPG)' kerja sama antara The Habibie Instutute dengan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI). Acara ini diselenggarakan di Balai Sidang UI, Depok, Selasa (25/6/2019).


Orasi Ilmiah, Habibie Ingatkan soal Keseimbangan Pemahanan Budaya-AgamaBJ Habibie menandatangani MoU kerja sama antara UI dengan The Habibie Institute. (Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom)


Habibie mengatakan sistem demokrasi ini berkaitan dengan perilaku manusia dan sumber daya manusia (SDM). Dalam prinsip demokrasi ini dia mengatakan pentingnya demokrasi itu dibarengi dengan pemahaman budaya dan masing-masing agama agar pemahaman demokrasi tidak salah kaprah.

"Demokrasi kaitannya dengan manusia, manusia itu kalau mau berkembang, mau tingkatkan produktivitas, maka dia mau tidak mau harus berperilaku sesuai dengan budayanya. Jadi SDM itu kita harus kembangkan, agar supaya perilakunya dalam budaya, dan bersinergi, dengan agamanya masing-masing, itu baru benar-benar menguntungkan bagi manusia," kata Habibie saat orasi.

Selain demokrasi, Habibie juga mengatakan pentingnya menyimbangi paham agama dan pendidikan. Dia pun mencontohkan seorang yang berprofesi guru namun lemah dalam hal budaya dan agama. Menurutnya, kondisi tersebut bisa membuat manusia berpikir salah.

"Ada orang pendidikan hebat, tapi pembudayaan negatif, itu bahaya itu. Tapi ada juga orang yang berpengetahuan top, budaya, pendidikan juga, kalau itu ada, baik dan bagus. Jadi itu kita lihat ada sinergi 3 elemen yaitu agama, pendidikan dan budaya," jelasnya.




Selain itu, Habibie juga mengingatkan pentingnya untuk merawat UUD dan Pancasila. Dia menegaskan bahwa kedua itu adalah aset Indonesia yang harus dijaga.

Habibie juga meminta agar masyarakat Indonesia selalu mengedepankan Bhineka Tunggal Ika tanpa melihat perbedaan antar suku dan ras.

"UUD dan Pancasila adalah aset bangsa, dan kita tidak mengenal SARA, dan tidak mengenal perbedaan suku dan ras. Lalu, demokrasi pembangunan dan governansi itu harus kita perbaiki. Jadi masih banyak kita harus perbaiki dalam bidang pembangunan," pungkasnya.

Setelah menyampaikan orasi ilmiah ini, Habibie juga menyaksikan penandatanganan MoU kerja sama antara UI dengan The Habibie Institute. Setelah itu, Habibie juga menandatangani plakat tanda peluncuran HIPPG.
(zap/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed