detikNews
2019/06/25 08:46:25 WIB

Round-Up

Pulau Atau Pantai, Kontroversi Penyebutan Reklamasi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pulau Atau Pantai, Kontroversi Penyebutan Reklamasi Jembatan yang menghubungkan salah satu daratan reklamasi dengan daratan utama Jakarta. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Daratan hasil reklamasi kini bukan lagi disebut sebagai pulau, melainkan pantai. Hal itu dikemukakan oleh pihak Pemerintah Provinsi DKI. Di kalangan anggota dewan, penjelasan Pemprov DKI memicu kontroversi diksi.

Kontroversi soal 'pulau atau pantai' ini diawali oleh Sekretaris Daerah DKI Saefullah. Dia menyebut menjelaskan hasil reklamasi itu adalah pantai. Dengan pemahaman ini, maka yang selama ini disebut sebagai pulau-pulau reklamasi digolongkan sebagai pantai.

"Kan sudah dibilang bahwa itu merupakan pantai atau bagian dari daratan. Maka konsep pulau A, B, C, D sampai K, L, M, N, O, P itu tidak ada lagi. Konsep pulau jadi konsepnya pantai. Bagian dari daratan, termasuk yang diperluasan Pantai Ancol," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (17/6/2019) pekan lalu.


Sepekan kemudian, tampil Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang menegaskan penjelasan itu. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, daratan hasil pulau reklamasi adalah pantai dan bukan pulau.

Penjelasan Anies bahwa daratan hasil reklamasi itu adalah pantai dia utarakan di acara halalbihalal bersama caleg Gerindra DKI, di Hotel Grand Sahid, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2019).

Pulau Atau Pantai, Kontroversi Penyebutan ReklamasiGubernur Anies Baswedan (Pradita Utama/detikcom)

"Dari reklamasi saja, disebutnya pulau reklamasi. tidak ada pulau. Yang disebut pulau itu adalah daratan yang terbentuk proses alami. Kalau daratan yang dibuat manusia itu namanya pantai, bukan pulau," kata Anies saat itu.

Fraksi PDIP DKI muncul sebagai pihak yang pertama kali menanggapi dengan ketidaksetujuan terhadap penjelasan Anies. Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menegaskan daratan hasil reklamasi tetaplah disebut sebagai pulau.


"Pulau lah, itu kan terpisah dari pantai. Itu kalau menurut analisa kami dari PDIP bahwa dia menyatukan pulau buatan dengan pantai itu karena ngedrop Raperda yaitu Raperda tata ruang," kata Gembong kepada wartawan.

Pulau Atau Pantai, Kontroversi Penyebutan ReklamasiGembong Warsono (Ari Saputra/detikcom)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed