Round-Up

Poin-poin dalam Dakwaan Sofyan Basir

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jun 2019 08:12 WIB
Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir ketika mengikuti persidangan perdana perkara yang menjeratnya. (Foto: Ari Saputra/detikcom)


Di dalam surat dakwaan yang dibacakan tersebut, Sofyan diduga melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 Ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 ke-2 KUHP. Untuk lebih jelasnya, berikut ini isi dari pasal-pasal yang digunakan jaksa KPK untuk menjerat Sofyan:

Pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Tipikor

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar:

a. Pegawai negeri atau penyelenggaraan negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya

Pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor

Setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5 sampai dengan Pasal 14

Pasal 56 Ke-2 KUHP

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:

2. Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan

Jaksa meyakini Sofyan memuluskan pertemuan antara Eni-Kotjo-Idrus dengan jajaran direksi PLN. Jaksa juga meyakini Sofyan mengetahui persis akan terjadi tindak pidana korupsi di balik pertemuan-pertemuan itu.

"Padahal terdakwa mengetahui Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham akan mendapat sejumlah uang atau fee sebagai imbalan dari Johanes Budisutrisno Kotjo," sebut jaksa.

Selain itu, Sofyan disebut jaksa memberikan arahan-arahan tertentu. Apa saja arahan?