detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 05:45 WIB

Disebut Pantas Ditawari Gabung Kabinet Jokowi, Ini Respons Gerindra

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Disebut Pantas Ditawari Gabung Kabinet Jokowi, Ini Respons Gerindra Foto: Nur Azizah/detikcom
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyebut Partai Gerindra pantas mendapatkan tawaran gabung ke kabinet pada periode 2019-2024. Apa kata Partai Gerindra?

"Untuk masalah posisi di kabinet dan lain-lain, itu kami tidak berwenang menjawab. Dan biasanya hal-hal yang strategis seperti ini akan diputuskan sendiri oleh Pak Prabowo. Tentunya dengan meminta masukan dari segenap unsur komponen, baik partai koalisi maupun dari Partai Gerindra," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).


Menurut Dasco, persoalan posisi di kabinet adalah hal besar dan harus diputuskan secara matang oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Namun pembicaraan soal bergabung dalam kabinet, dikatakan Dasco, belum ada dalam internal partainya.

"Selama ini kami belum pernah bicara (soal posisi di kabinet). Kemarin fokusnya adalah pileg, lalu kemudian pilpres. Pileg dan pilpres ini kita kan mengajukan proses di MK. Jadi pembicaraan internal itu baru pada evaluasi-evaluasi tentang pileg dan pilpres di internal saja," ujar Dasco.


Sebelumnya, TKN Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyatakan Partai Gerindra pantas mendapatkan tawaran bergabung ke kabinet pada periode 2019-2024. TKN mengatakan mereka menghormati Gerindra.

"Ada juga yang berpendapat, kalaupun partai koalisi di pemerintahan yang akan datang mau bertambah, Gerindra pantas ditawari," kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/6).

Alasannya, menurut Arsul, sejumlah partai di Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menganggap Gerindra bersikap kesatria dalam Pemilu 2019. Menurut dia, Gerindra tetap patuh kepada undang-undang dalam menyelesaikan perselisihan Pemilu 2019.

"Ada memang sebagian partai-partai di KIK yang, katakanlah, memberikan penghormatan lebih kepada Gerindra. Kenapa? Karena dianggap Gerindra lawan kontestasi yang gentleman, yang menggunakan jalur sesuai UU untuk kontestasi," ujarnya.




Simak Juga 'Peluang Aktivis '98 Jadi Menteri, Ini Pilihan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]


(azr/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed