detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 04:13 WIB

Ironi Lansia Miskin di Polman, Hidup Memprihatinkan di Gubuk Reyot

Abdy Febriady - detikNews
Ironi Lansia Miskin di Polman, Hidup Memprihatinkan di Gubuk Reyot Kaco Tenden di Polman (Foto: Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar - Nasib malang dialami Kaco Tenden (54), pria paruh baya asal Lingkungan Pallis, Kelurahan Batupanga, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Di usianya yang tidak lagi muda, sudah belasan tahun Kaco Tenden harus bertahan hidup seorang diri di rumah yang nyaris ambruk.

Tidak jarang Kaco Tenden harus tidur dalam kondisi kehujanan ataupun kedinginan, lantaran hampir semua dinding rumahnya sudah terlepas, dengan beberapa atap yang sudah bolong. Belitan kemiskinan membuatnya hanya dapat pasrah atas kondisi yang dialaminya.

"Mau bagaimana lagi... jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja kadang susah," ujar Kaco Tenden kepada wartawan, Senin (24/06/19).


Faktor kemiskinan juga menjadi alasan Kaco Tenden, pria yang mengaku telah empat kali menikah, ditinggal pergi oleh istrinya yang terakhir.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia mengandalkan pekerjaan sebagai pengumpul buah-buahan pada sepetak tanah kebun milik saudaranya. "Selain buah kopi, saya juga mengumpulkan buah kepala dan pisang, dan buah-buahan lainnya, yang nantinya akan saya jual agar bisa mendapat sedikit uang," ungkapnya.

Ironi Lansia Miskin di Polman, Hidup Memprihatinkan di Gubuk ReotFoto: Abdy Febriady/detikcom


Kaco Tenden mengaku memiliki empat anak, namun semuanya telah berkeluarga dan tinggal terpisah di rumah masing-masing pada beberapa tempat. Anak-anaknya memang sempat mengajaknya untuk hidup bersama, tapi Kaco Tenden menolak.

"Sebenarnya mereka sudah mengajak saya untuk meninggalkan rumah ini, tapi saya tidak ingin merepotkan dan lebih merasa nyaman tinggal di sini walau seorang diri," kata Kaco Tenden.

Kendati harus hidup dengan kondisi memprihatinkan, Kaco Tenden mengaku tidak pernah berharap belas kasih warga. Hanya Tuhan tempatnya menaruh harapan dan berkeluh kesah.

"Saya cuman berharap Tuhan selalu memberi kekuatan, agar saya bisa terus menjalani hidup tanpa merepotkan orang lain," harapnya.


Kisah hidup Kaco Tenden dengan kondisinya yang memprihatinkan sebelumnya mendadak viral setelah foto-fotonya beredar di media sosial. Sejumlah komunitas yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di Polman pun langsung berdatangan untuk memastikan kisah Kaco Tenden. Salah satunya dari Komunitas Peduli Sesama Mandar Siasayangngi, Lima Ma'Asayangngi.

"Awalnya kami tidak percaya saat melihat foto-fotonya beredar di social media, setelah kami cek ternyata benar adanya, kami berharap agar semua pihak bisa lebih peduli melihat orang-orang di sekitarnya, agar tidak ada lagi warga yang harus menjalani hidup dengan kondisi yang sangat tidak layak seperti yang dijalani Kaco Tenden," pungkas ketua komunitas, Uztads Zulfikar Syam, kepada wartawan setelah menyerahkan bantuan yang diperoleh dari sumbangan sejumlah donatur.
(mae/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed