detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 00:22 WIB

Cak Imin Pilih Tutup Pintu soal Penambahan Koalisi

Eva Safitri - detikNews
Cak Imin Pilih Tutup Pintu soal Penambahan Koalisi Cak Imin (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) lebih baik tutup pintu terhadap partai lain yang hendak bergabung. Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, koalisi Jokowi saat ini sudah terlalu gemuk.

"Bagus, tapi begini, jumlah komposisi koalisi sudah gemuk, kegemukan nanti di DPR-MPR jadi nggak berimbang. Sudah gemuklah istilahnya sebetulnya. Sudah... tutup pintu sajalah," ujar Cak Imin di gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).



Cak Imin mengatakan koalisi yang berbaris di belakang Jokowi saat ini sudah mencapai 60 persen. Menurut dia, hal itu sudah cukup untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif.

"Idealnya kita ini pendukung Jokowi sudah di atas 50 persen lebih, hampir 60 persen, sudah cukup buat pemerintahan yang lancar dan efektif, sehingga penambahan partner koalisi nggak perlu lagi," katanya.

Namun, di sisi lain, Cak Imin mengatakan adanya kemungkinan rekonsiliasi demi kemaslahatan bersama.

"Tapi, kalau demi kebersamaan demi rekonsiliasi, kenapa tidak? Nggak ada masalah," kata Cak Imin.



Lebih lanjut, Cak Imin belum mengetahui pasti bagaimana komposisi PKB dalam pemerintahan nanti. Tapi partainya solid akan membantu dan mendukung kebijakan ke depan.

"Pasti Pak Jokowi tahulah kerja keras PKB, komitmen PKB, cita-cita PKB. Yang penting kesamaan visi pemerintahan lima tahun ke depan itu apa. PKB akan mem-backup supaya itu jalan di situ," pungkasnya.



Tonton video Cak Imin: Koalisi 01 Sudah Gemuk, Tapi untuk Rekonsiliasi Why Not?:

[Gambas:Video 20detik]


(eva/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed