detikNews
Senin 24 Juni 2019, 22:04 WIB

Ditjen Hubla Asah Kemampuan Personel Tangani Tumpahan Minyak di Laut

Tia Reisha - detikNews
Ditjen Hubla Asah Kemampuan Personel Tangani Tumpahan Minyak di Laut Foto: dok. Ditjen Perhubungan Laut
Jakarta - Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard Indonesia) menggelar acara pemantapan dan latihan kering (table top exercise) di Swiss-Belhotel Maleosan, Manado.

Kegiatan yang digelar hingga 26 Juni ini bertujuan memantapkan koordinasi dan kemampuan personel menjelang Latihan Bersama Penanggulangan Tumpahan Minyak di Laut atau Marine Pollution Exercise (Marpolex) tahun 2019 di Davao, Filipina, pada 1-5 Juli 2019.

Membuka acara, mewakili Direktur KPLP, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Bitung Taufik Mansyur menyampaikan kegiatan Pemantapan Rencana Operasi ini diselenggarakan dengan tujuan mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan unsur, personel, controller, dan delegasi Indonesia dalam pelaksanaan Regional Marpolex di Davao, Filipina.

"Penting bagi kita untuk mengetahui peran serta tugas kita masing-masing supaya kegiatan latihan bersama dengan Filipina dan Jepang nanti dapat terselenggara dengan baik dan memberikan pelajaran dan manfaat bagi tugas keseharian kita," ujar Taufik dalam keterangan tertulis, Senin (24/6/2019).


Ia mengungkapkan pada latihan bersama Regional Marpolex 2019 di Davao Filipina, Indonesia akan mengirimkan 3 unit kapal patroli Sea and Coast Guard yang berfungsi sebagai Marine Disaster Prevention Ship. Kapal tersebut terdiri dari KNP. SAROTAMA-P.112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban, KNP. GANDIWA-P.118 dari Pangkalan PLP Kelas II Bitung, dan KNP. KALAWAI-P.117 dari Pangkalan PLP Kelas II Tual.

KNP. SAROTAMA pada latihan bersama, tambah Taufik, akan berperan dalam operasi penanggulangan tumpahan minyak. Sedangkan KNP. GANDIWA akan berperan dalam operasi penanggulangan tumpahan minyak dan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dibantu oleh Basarnas sebagai SAR controller. Sementara itu, KNP. KALAWAI akan berperan dalam operasi pemadaman kebakaran.

"Selain itu, Sea and Coast Guard Indonesia juga akan berperan aktif dalam operasi pembersihan pantai, penilaian kerusakan lingkungan, serta operasi penghitungan kompensasi ganti rugi akibat pencemaran tumpahan minyak tersebut dengan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, SKK Migas, dan PT Pertamina (Persero)," jelas Taufik.

Sementara itu, Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air, Dit. KPLP Een Nuraini Saidah mengungkapkan latihan bersama Marpolex 2019 ini akan dibuka secara resmi oleh Commander Coast Guard ketiga negara, yakni Indonesia, Filipina, dan Jepang, pada 2 Juli 2019.

"Pada 2 Juli 2019, Direktur Jenderal Perhubungan Laut selaku Commander Indonesian Coast Guard bersama dengan Commander Philippine Coast Guard dan Commander Japan Coast Guard akan membuka acara," ujarnya.


Een menambahkan Marpolex merupakan kegiatan yang dilaksanakan 2 tahun sekali antara Indonesia dan Filipina dengan menggandeng Jepang sebagai observer. Latihan tahun ini akan menguji kemampuan Filipina, Indonesia, dan Jepang dalam bekerja sama menanggulangi musibah tumpahan minyak.

Latihan ini juga dilakukan dengan mengacu pada perjanjian bilateral antara Indonesia-Filipina, yakni Sulu Sulawesi Oil Spill Response Network Plan 1981 dan ASEAN Regional Oil Spill Contingency Plan, yang diadopsi dalam Sidang ASEAN TMM ke-24 pada November 2018.

Pelatihan ini, lanjut Een, dilaksanakan dengan konsep real-situation, yakni pelaksanaan pelatihan dikondisikan sesuai dengan keadaan pada saat terjadi nyata keadaan darurat tumpahan minyak di laut, baik dari segi mekanisme prosedur, alur komando, komunikasi, penyampaian informasi, maupun organisasi operasi.

"Untuk itulah, dengan diselenggarakannya kegiatan pemantapan dan table top ini, saya harapkan semua pihak dan personel KPLP yang akan terlibat dalam gelar Marpolex 2019 besok dapat menjalankan tugas dengan baik, menunjukkan keterampilan dan integritas yang tinggi dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan," pungkasnya.

Adapun pada Marpolex 2019 ini, selain 3 unit kapal patroli KPLP yang dikerahkan oleh Indonesian Coast Guard, Philippine Coast Guard juga akan mengerahkan 4 unit kapal. Sedangkan Japan Coast Guard akan mengerahkan 1 unit pesawat Pesud Falcon 900.
(prf/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed