detikNews
Senin 24 Juni 2019, 19:47 WIB

UI Dorong Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Pascaputusan Gugatan Pilpres di MK

Indra Komara - detikNews
UI Dorong Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Pascaputusan Gugatan Pilpres di MK Para petinggi UI (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Universitas Indonesia (UI) meminta seluruh peserta pemilu, khususnya kubu Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, menghargai putusan sidang gugatan Pilpres 2019 yang diketok majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Pihak UI yakin putusan MK sesuai dengan prosedur hukum dan fakta persidangan.

"Tentu kalau kita ingin membangun suatu sistem, kita harus respect dengan (langkah) prosedural yang ditempuh. Artinya, Undang-Undang Pemilu itu dibuat bersama-sama, kemudian diberi juga kesempatan untuk beri masukan. Terus kalau ada sengketa, ada jalurnya di MK," kata Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis seusai acara forum kebangsaan Universitas Indonesia (UI) di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Senin (24/6/2019).

"UI dengan 9 nilai yang dimilikinya itu salah satunya adalah kepatuhan terhadap ketentuan dan perundangan yang berlaku. Tentu kami imbau kepada seluruh komponen bangsa, khususnya yang berkontestasi, mari kita respect satu sama lain. Kita hormati apa pun putusan MK. (Putusan MK) itu suatu yang, menurut kami, sesuai dengan apa yang berlaku dalam suatu sistem," lanjutnya.


UI, lanjut Anis, mendukung apabila terjadi rekonsiliasi dua kubu. Menurutnya, rekonsiliasi diperlukan demi kepentingan bangsa.

"Kalau rekonsiliasi, kami, universitas, juga mendukung, semua komponen bangsa sangat berharap adanya rekonsiliasi untuk kepentingan bangsa ke depan," ujarnya.




Dosen Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk, menambahkan tak perlu lagi ada perpecahan pascapemilu. Dia menegaskan yang terpenting ke depan adalah membangun bangsa di tengah persaingan global.

"Jadi sekarang narasi cebong-kampret kubur. Sudah selesai, jangan diterusin. Setelah ini kita menata ke depan. Musuh kita ini sekarang persaingan global. Kita lemah, yang untung negara lain. Kita kan gotong-royong. Oposisi dapat tiga menteri, monggo. Yang penting agenda pembangunan kita jalan. Apakah kita mau menjembatani dua belah pihak, ada forum kebangsaan, dalam tanda kutip cebong-kampret, monggo. Kita ini forum kebangsaan, UI siap," lanjutnya.
(idn/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed