detikNews
Senin 24 Juni 2019, 17:01 WIB

Kasus Pengantin Pesanan di Kalbar, 1 WNI dan 8 Pria WN China Diamankan

Audrey Santoso - detikNews
Kasus Pengantin Pesanan di Kalbar, 1 WNI dan 8 Pria WN China Diamankan Korban pengantin pesanan asal China. (Foto: Lisye/detikcom)
Jakarta - Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) dan 8 pria warga negara asing (WNA) asal China yang diduga terlibat dalam bisnis pengantin pesanan. Wanita tersebut berinisial AS (24), yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dari bisnis tersebut.

"Korban AS (24 tahun). WNA yang diamankan adalah WN Tiongkok berinisial TSB (56 tahun) yang berperan sebagai wali nikah," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019).


Sementara 7 pria lainnya berperan sebagai mempelai.

"(Pria lainnya) sebagai yang menikah berinisial QBY, BYF, MXB, TX, ZJC, SZJ, LJZ," sambung Dedi.

Dedi menerangkan korban dan 8 pria China ditangkap bersamaan dengan seorang pria WNI berinisial AM (54). AM merupakan mak comblang dalam bisnis tersebut.

"Diamankan pada Rabu, 12 Juni 2019, sekitar pukul 19.30 WIB, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada orang asing yang tinggal di sebuah rumah di daerah Purnam, Kota Pontianak," tutur Dedi.


Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) sebelumnya menggelar konferensi pers terkait adanya praktek TPPO 29 perempuan WNI yang dijadikan pengantin pesanan di China. Data tersebut diperoleh berdasarkan pengaduan korban sepanjang 2016-2019.

"Sebanyak 13 perempuan asal Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dan 16 orang perempuan asal Jawa Barat," ujar Sekjen SBMI Bobi Anwar Maarif di Kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/6).

Bobi menduga pengantin pesanan merupakan modus dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebab, ada proses yang mengarah ke perdagangan yang terencana.

Bobi menyebut korban dijanjikan akan menikah dengan orang kaya asal China dan iming-iming dijamin seluruh kebutuhan hidup korban dan keluarganya. Namun, sesampai di China, korban malah dipekerjakan dengan durasi waktu yang lama.
(aud/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed