detikNews
Senin 24 Juni 2019, 15:53 WIB

Ngaku Disekap Perampok, Begini Cara Pegawai Gudang Elektronik Bebaskan Diri

Isal Mawardi - detikNews
Ngaku Disekap Perampok, Begini Cara Pegawai Gudang Elektronik Bebaskan Diri Foto: Isal Mawardi/detikcom
Bekasi - Enam karyawan di sebuah gudang elektronik di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, mengaku disekap oleh perampok. Mereka diikat serta mata dan mulutnya ditutup dengan plakban.

Salah satu korban bernama Yuhi menceritakan kejadian pada Senin (24/6) dini hari. Saat itu, dia bersama 5 temannya sedang tertidur pulas di dalam mes karyawan yang ada di gudang tersebut.

"Kita lagi tidur, dibangunin, (pelaku) langsung nyekap kita, nodong pakai senjata panjang kayak samurai lah. Ya di situ dia nodong kita aja semuanya, ngiket semuanya (karyawan yang tidur) diiket," ujar Yugi ketika ditemui di lokasi, Jalan KH Noer Ali, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (24/6/2019).

Para pelaku, menurut Yugi, berjumlah sekitar lima orang. Mereka kemudian mengikat tangan dan kaki Yugi dkk di dalam mes tersebut.

Mata dan mulut Yugi dkk juga ditutup lakban. Para pelaku juga mengancam korban untuk tidak bergerak.

"Pelaku cuman ngancem doang kalau kita gerak, dibunuh katanya. Makannya kita diam saja," ujar Yugi.

Yugi melanjutkan, salah satu pelaku menanyakan bosnya. Yugi kemudian menyebutkan posisi bosnya yang berada di lantai 2.

"Terus dia nanya-nanya doang nanya bos 'bos di mana?' katanya, kita jawab di atas (lantai 2), dia ke atas," ujar Yugi.

Yugi menyebut sebagian pelaku menuju lantai 2, sebagian lagi mengawasi kelima karyawan yang disekap. Yugi tak mengetahui persis apakah pelaku membawa senjata api.

"Pelaku kira-kira kurang-lebih sih 5 orang. Pelaku pakai slayer gitu jadi nggak kelihatan mukanya. Saya lihat sih (warna) hitam slayer-nya," lanjut Yugi.


Karyawan lain yang bernama Nana juga mengaku disekap. Nana menyebut diikat dalam posisi tengkurap.

"Diiket di belakang pakai lakban sama tali plastik," ujar Nana.

Nana menyebut ia bersama karyawan lain disekap selama kurang-lebih 1 jam. Begitu pelaku melarikan diri, ia dan teman-temannya berusaha melepas ikatan.

"Dia udah pada pergi, kita langsung saling bantu aja antar temen, lakbannya saling gigit, kita dilakban kita ludah-ludahin aja biar basah," ujar Nana.

"Sejam ada lah (disekap). Tangan udah nggak kerasa, udah biru," lanjutnya.

Begitu terlepas, ia langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede AKP Supriyanto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pelaku mengambil Rp 1 juta dan dua buah ponsel.

"Uang Rp 1 juta, sama handphone 2 (unit)," ujar Supriyanto.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed