detikNews
Senin 24 Juni 2019, 15:47 WIB

Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Pekerja Anak di 'Pabrik' Korek yang Terbakar

Audrey Santoso - detikNews
Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Pekerja Anak di Pabrik Korek yang Terbakar Lokasi Kebakaran (Foto: Antara Foto)
Jakarta - Polisi mendalami kemungkinan PT Kiat Unggul, perusahaan induk 'pabrik' korek gas yang terbakar di Binjai, Langkat, Sumatera Utara, mempekerjakan anak di bawah umur. Sejumlah saksi diperiksa untuk mendalami dugaan tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan (Rina adalah pekerja di bawah umur). Nanti dari hasil pemeriksaan para saksi kalau misal bukti cukup, akan mengarah ke sana (Undang-undang Perlindungan Anak)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019).


Pada Jumat (21/6), terjadi kebakaran hebat di 'pabrik' korek gas yang terletak di Dusun 4, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sebanyak 30 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.

Jasad Rina teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Medan melalui pemeriksaan gigi. Jasadnya teregistrasi di instalasi forensik dengan Nomor 17. Berdasarkan hasil identifikasi, Rina lahir pada 3 Mei 2004.


Terkait hal tersebut, Dedi menuturkan, penyidik akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara dan KPAI setempat.

"Tentunya nanti dari penyidik akan berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat, kemudian juga dengan KPAI dalam rangka untuk menjerat juga Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan Pasal 188 masalah kelalaian menyebabkan kebakaran," jelas Dedi.


Berdasarkan keterangan saksi, para korban terjebak dalam api lantaran pintu depan 'pabrik' terkunci. Menurut keterangan para saksi, aktivitas pembuatan korek gas PT Kiat Unggul tertutup.

Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiganya langsung ditahan di Mapolres Binjai.

Ketiga orang yang ditahan adalah Indramarwan (36), pemilik usaha; Burhan (37), manajer; serta Lisnawari (43), supervisor. Sebelum menahan ketiga tersangka, menurut dia, penyidik terlebih dulu memeriksa ketiganya di Mapolres Binjai.
(aud/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed