detikNews
Senin 24 Juni 2019, 15:21 WIB

Peracik Sabu Home Industry di Jakbar Beli Bahan Via Situs Online

Matius Alfons - detikNews
Peracik Sabu Home Industry di Jakbar Beli Bahan Via Situs Online Foto: Matius Alfons/detikcom
Jakarta - Polisi menangkap satu orang tersangka, Mangendar Wanto alias Aseng karena memproduksi sabu rumahan di sebuah rumah di Perum Citra 2 Kalideres, Jakarta Barat. Bahan-bahan untuk membuat sabu itu diperoleh tersangka dari situs jual beli online.

"Ada temuan kami juga, dalam mendapat barbuk, tersangka membeli di situs online besar dan resmi. Jadi ada beberapa hal yang harusnya nggak bisa dijual bebas namun dilakukan penjualan online, bisa didapat di sana," jelas Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz kepada wartawan di lokasi, Senin (24/6/2019).

Erick menjelaskan, tertangkapnya tersangka ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya, di Cipindoh, Tangerang. Tersangka ditangkap pada Sabtu (22/6) malam.

"Ini pengembangan dari penangkapan pabrik sabu di Cipondoh, ini pengembangan pabrik sabu yang kami ungkap beberapa bulan lalu, di mana pelaku yang kami tangkap sekarang ini tersangka MG (Mangendar)," lanjut Erick.

Sejumlah bahan baku sabu ditemukan di rumah tersebut.Sejumlah bahan baku sabu ditemukan di rumah tersebut. Foto: Matius Alfons/detikcom




Dalam kasus di Cipondoh itu, polisi menangkap tersangka berinisial PC. Erick menyebutkan, Mangendar belajar meracik dari tersangka CP itu.

"Pernah belajar buat sabu kepada tersangka PC yang sudah kami tangkap sebelumnya. Jadi ini muridnya," lanjutnya.

Tersangka Mangendar sudah diintai polisi sejak sebulan lalu, karena dicurigai membuat sabu di dalam rumah. Rumah tersebut kemudian digerebek polisi pada Minggu (23/6) dan ditemukan sejumlah barang bukti bahan-bahan untuk pembuatan sabu.

"Ada barang setengah jadi masih cairan, kemudian ada bahan baku atau prekusor banyak, efidrin, keluen, alklohol, aseton dan lain lain, semua lengkap. Jadi penangkapan ini memenuhi unsur sebagai produsen dan pada saat kami tangkap tersangka sedang memasak atau buat sabu," sambung Erick.

Sementara Kasubdit Narkoba Labfor Polri Kompol Yuswardi mengatakan, seharusnya prekusor tidak dijual secara bebas.

"Ya untuk prekursor diatur dalam UU No 35 Tahun 2009 lampiran nomor 2, prekursor farmasi di sini namanya efidrin dan kedua prekursor industri, aseton, keluen, HCL, pengawasan harusnya ketat ini seharusnya, pengawasan dari prekusor itu karena ada pidana penyalahgunaan untuk buat narkoba itu," jelas Yuriswan.

Polisi tangkap tersangka Mangendar Wanto alias Aseng dalam kasus ini.Polisi tangkap tersangka Mangendar Wanto alias Aseng dalam kasus ini. Foto: Matius Alfons/detikcom






(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed