detikNews
2019/06/22 08:25:13 WIB

Round-Up

Respons Jokowi, Mendikbud Ubah Kuota Siswa Berprestasi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Respons Jokowi, Mendikbud Ubah Kuota Siswa Berprestasi Foto: Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)


Selama ini siswa yang pintar dan mampu selalu berkumpul dalam satu sekolah. Sementara siswa kurang pandai dan tidak mampu, hanya bisa mengakses sekolah bukan unggulan yang fasilitas pendidikannya pun kurang menunjang.


Muhadjir menegaskan ingin mengubah sikap mental dan persepsi masyarakat tentang adanya sekolah favorit dan non favorit. Ke depan tak ada lagi kastanisasi sekolah. Untuk mewujudkannya, Kemendikbud juga akan menerapkan pemerataan tenaga guru dan perbaikan infrastruktur.

"Saya sebagai Mendikbud merasa terpanggil untuk membongkar praktik kastanisasi sekolah itu," katanya.

Dia mengatakan sistem zonasi ini sudah diterapkan di negara lain. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengatakan di Amerika, Australia, Jepang, negara-negara Skandinavia, Jerman, dan Malaysia juga sempat terjadi penolakan saat sistem zonasi mulai diterapkan. Namun kemudian terbukti saat ini dunia pendidikan di negara-negara tersebut, termasuk kualitas angkatan kerjanya lebih maju.


Muhadjir mengatakan peraturan mengenai PPDB sistem zonasi akan dikukuhkan menjadi Peraturan Presiden (Perpres). Perpres PPDB zonasi sedang digodok.

"Betul. Sedang dalam progress untuk dalam bentuk Perpres. Itu akan memetakan seluruh populasi siswa sehingga nanti akan mudah menyesuaikannya termasuk kekurangan guru, ketimpangan sarana prasarana. Itu nanti pendekatannya akan mikroskoptik kita selesaikan per zona," ujar Muhadjir.

Dia meyakinkan kepada guru-guru untuk tidak gelisah jika ada rotasi guru ketika sistem PPDB zonasi ini dikukuhkan ke dalam Perpres. Sebab, mutasi guru berlaku di dalam zonasi.


"Guru-guru jangan gelisah nanti ada mutasi pindah provinsi. Bukan begitu. mutasinya masih di dalam zonasi saja. jadi rotasinya di zona masing-masing. Kecuali memang kalau terpaksa ada yang harus dipindah dari zona ke satu ke zona lain, itu kalau harus ada pertimbangan tertentu," tuturnya.


Simak Blak-blakan Mendikbud: Menjawab Kontroversi Sistem Zonasi

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/aud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com