detikNews
Jumat 21 Juni 2019, 23:03 WIB

Bertemu Delegasi China, MPR Sampaikan Permintaan Bebas Visa

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Bertemu Delegasi China, MPR Sampaikan Permintaan Bebas Visa Foto: dok. MPR
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima kedatangan 15 delegasi Kongres Rakyat Nasional China di kompleks parlemen, Senayan. Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat China Ji Bingxuan itu mengadakan kunjungan diplomasi ke Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Zulkifli Hasan, hubungan Indonesia dengan China merupakan hubungan yang sangat penting dan telah terjalin sejak lama. Hubungan kedua negara, disebut oleh pria asal Lampung itu, sudah sejak masa Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan pemerintahan selanjutnya. Dia berharap kehadiran mereka dapat meningkatkan hubungan antarparlemen serta hubungan antarpemerintahan dan masyarakat.

"Kita mendukung kerja sama dalam berbagai bidang ditingkatkan," paparnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2019).


Zulkifli juga menceritakan kepada para tamunya itu bahwa dulu Ketua Kongres Rakyat China pernah datang ke MPR dan melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia.

Sebaliknya, MPR pernah berkunjung ke China dan disambut dengan baik. Bagi dirinya, negeri itu bukan sesuatu yang asing. Pada 1984, MPR mengunjungi negeri yang memiliki julukan Negeri Tirai Bambu itu.

Saat ini banyak wisatawan dari China yang berlibur ke Indonesia. Mereka datang ke Bali, Yogyakarta, Lombok, serta tempat wisata lain, seperti Manado, Sulawesi Utara. Penyebab membanjirnya wisatawan dari China ke Indonesia adalah pemerintah Indonesia menerapkan bebas visa.

Menanggapi hal yang demikian, Wakil Ketua MPR Mahyudin berharap pemerintah China memperlakukan hal yang sama, yakni bebas visa bagi orang Indonesia. Mahyudin sepakat hubungan kedua negara dalam dunia pariwisata harus ditingkatkan.

"Salah satu caranya pemberlakuan bebas visa bila hendak ke China. Saya ingin kebijakan bebas visa untuk orang Indonesia diberlakukan," ungkapnya.


Di tengah isu ketidakadilan bagi muslim Uighur, dalam kesempatan tersebut Hidayat Nur Wahid mengatakan Indonesia adalah negara yang penuh toleransi. Semua agama, termasuk Konghucu, bebas menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan. Untuk itu, dirinya berharap keberadaan umat Islam di China juga diperlakukan hal yang sama, diberi kebebasan untuk melakukan ibadah.

Hal yang disampaikan oleh Hidayat Nur Wahid dalam kesempatan itu ditanggapi oleh Ji Bingxuan. Menurutnya, China menghormati keberadaan umat Islam yang ada di sana.

"Kami menghormati peradaban Islam, peradaban Islam sangat penting di dunia," paparnya. "Di China, umat Islam diberi kebebasan melakukan ibadah," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ji Bingxuan juga menyampaikan banyak hal kepada para pimpinan MPR. Pertama, dia mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan MPR yang telah meluangkan waktu demi menerima dan menyambut kedatangannya.

Dia mengatakan baru kali pertama berkunjung ke Indonesia. Ia menyebut menginap di salah satu hotel dengan kamar berada di lantai paling atas.

"Dari kamar tempat menginap saya melihat gedung-gedung tinggi yang ada di Jakarta," jelasnya.

Dengan banyaknya gedung tinggi, Ji Bingxuan menyebut Jakarta merupakan kota metropolitan modern.

"Jakarta sangat mengesankan," ujarnya. Jakarta, menurutnya, menunjukkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat baik.

Pada pertemuan tersebut Zulkifli Hasan didampingi para Wakil Ketua MPR Mahyudin, EE Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, Oesman Sapta, serta para pimpinan fraksi MPR.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed