detikNews
Jumat 21 Juni 2019, 16:31 WIB

Moeldoko: Kita Bukan dari Kelompok yang Curang

Ray Jordan - detikNews
Moeldoko: Kita Bukan dari Kelompok yang Curang Moeldoko (Rengga Sancaya/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Caleg PBB, Hairul Anas Suaidi, menyebut materi 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi' disampaikan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko saat pelatihan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Moeldoko menjelaskan soal materi yang disinggung oleh Anas dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Moeldoko mengatakan materi yang dimaksud tersebut adalah pembahasan secara kontekstual. Dia mengatakan materi yang disampaikan, intinya, adalah membangun militansi saksi dan membangun kewaspadaan.


"Konteksnya waktu itu adalah memberi, saya sebenarnya menutup acara, memberi sedikit pembekalan kepada para saksi. Intinya adalah bagaimana membangun militansi kepada saksi, membangun kewaspadaan, membangun awareness, bahwa dalam sebuah demokrasi itu, apa pun itu, kecurangan itu pasti tetap ada. Untuk itu, para peserta harus mewaspadai itu. Itu kontennya seperti itu," kata Moeldoko saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Moeldoko mengatakan dirinya ingin membangun kesadaran para saksi agar waspada terhadap segala bentuk kecurangan. Menurutnya, dalam demokrasi, sangat dimungkinkan terjadi kecurangan.

"Pada saat saya bicara memberikan arahan kepada para saksi, kontennya tadi, bagaimana membangun awareness, kewaspadaan, militansi. Karena sangat mungkin terjadi munculnya kecurangan. Jadi kalau ini tidak diwaspadai, ini akan menjadi teledor, menjadi kurang waspada, teledor," katanya.


Untuk itu, dia membantah jika disebut mengajarkan kecurangan kepada para saksi untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia pun menegaskan kelompoknya bukanlah pihak yang melakukan kecurangan.

"Nggaklah (mengajarkan kecurangan, red), itu sudah diakui juga oleh Hairul bahwa tidak ada ajakan melakukan kecurangan. Memang kita bukan dari kelompok yang curang kan," kata Moeldoko tersenyum.

Sebelumnya, Anas menjadi salah satu saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandi dalam persidangan MK. Caleg PBB itu dihadirkan untuk memberi kesaksian soal materi 'kecurangan bagian dari demokrasi'.

Selain menjadi caleg PBB, Anas mengaku diangkat sebagai relawan tim IT BPN pascapemilu berlangsung. Saat pemaparan, dia menjelaskan pengalamannya saat mengikuti pelatihan saksi sebagai tim koalisi pasangan Jokowi-Ma'ruf.


Dalam penjelasannya, dia mengaku, saat pelatihan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, dia diberi salah satu materi dengan judul 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi'. Materi itu, katanya, ditayangkan saat Kepala Staf Presiden Moeldoko menjadi salah satu pembicara.

"Jadi saya adalah caleg dari Partai Bulan Bintang yang merupakan pendukung paslon 01, kemudian saya ditugaskan hadir training saksi pada 20 dan 21 Januari di Kelapa Gading, di salah satu hotel, dan saya hadir diutus wakil PBB," papar Anas.



Simak Juga 'Saksi 02 Singgung Kecurangan Bagian Demokrasi, Ini Respons Moeldoko':

[Gambas:Video 20detik]


(jor/gbr)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed