detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 21:11 WIB

Jenazah Putra Ketua MA Diterbangkan dari Namibia, Tiba di Jakarta Besok Sore

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Jenazah Putra Ketua MA Diterbangkan dari Namibia, Tiba di Jakarta Besok Sore Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah (Foto: Jefrie/detikcom)
Jakarta - Jenazah putra Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Mohamad Irfan, dalam proses pemulangan ke Indonesia dari Namibia. Jenazah almarhum, yang meninggal karena kecelakaan sepeda motor gede (moge), dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat (21/6) sore.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah mengatakan, sejak Ifran dikabarkan meninggal, keluarga terus berupaya mempercepat proses pemulangan jenazah. Keluarga berharap jenazah almarhum bisa dikuburkan pada Jumat (21/6) besok.

Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui KBRI Windhoek terus berupaya membantu mengurus pemulangan jenazah. Jenazah Irfan diketahui disemayamkan di Mortuary Windhoek Central Hospital.


"Kedubes selalu komunikasi terus dengan keluarga tentang berbagai perkembangan yang ada. Nanti kalau memang jenazah itu sudah akan atau sudah diberangkatkan akan memberi tahu, bahwa jenazah sudah atau sesaat lagi akan diberangkatkan," kata Abdullah di rumah dinas Hatta Ali di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).

Pihak KBRI Windhoek telah mengurus dokumen dan administrasi terkait pemulangan. Jenazah rencananya diterbangkan pukul 18.00 dari Windhoek atau pukul 23.00 waktu Jakarta. Diketahui waktu Jakarta lebih cepat 5 jam dari Windhoek.

Jenazah diperkirakan akan tiba di Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat (21/6) sore. Setelah dibawa ke rumah duka dan disalatkan, jenazah akan langsung dimakamkan.


"Besok sampai di sini pukul 17.00 WIB. Kemudian langsung turun di Halim. Kemudian dibawa ke rumah duka, disalatkan di sini. Kemudian langsung dibawa ke makam Karet (TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat-red)," ujar Abdullah.

Pantauan detikcom di rumah duka, sejak pagi hingga malam ini banyak pelayat yang berdatangan. Di antaranya hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, MenPANRB Syafruddin, Ketua DPR Bambang Soesatyo, pengacara Hotman Paris, dan lain-lain. Pihak keluarga juga menggelar pengajian.

Mohamad Irfan, meninggal dunia di Namibia akibat kecelakaan moge. Dia mengalami kecelakaan saat menjelajah gurun dan padang savana bersama rombongan, salah satunya mantan Wakapolri Komjen (purn) Nanan Soekarna.

Touring di Afrika ini dijadwalkan dilakukan pada 11-29 Juni 2019 dengan rute Cape Town-Namibia-Botswana-Zimbabwe-Zambia. Rombongan masuk ke wilayah Namibia pada 16 Juni dan melakukan jelajah gurun dan padang di beberapa kota.

Tanggal 19 Juni, sekitar pukul 11.47 WIB, Nanan memberi tahu pihak KBRI Windhoek bahwa dua anggota timnya mengalami kecelakaan moge di daerah Naukluf National Park, 294 km dari Kota Windhoek.

Mobil Polantas dan ambulans kemudian merapat ke lokasi membawa kedua korban menuju rumah sakit terdekat, Maltahohe Hospital, lalu dibawa ke Mariental Hospital. Dari situ, jenazah kemudian dibawa ke Mortuary Windhoek Central Hospital untuk kemudian dipulangkan ke Tanah Air.
(hri/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed