detikNews
2019/06/20 21:01:52 WIB

Round-Up

Hal-hal yang Diungkapkan Ahli KPU di MK

Rivki - detikNews
Halaman 1 dari 2
Hal-hal yang Diungkapkan Ahli KPU di MK Pakar IT, Prof Marsudi Wahyu Kisworo (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Pakar IT, Prof Marsudi Wahyu Kisworo, dihadirkan KPU sebagai ahli di sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Marsudi menjelaskan soal situng dan website situng dalam sidang lanjutan gugatan Pilpres 2019.

Dalam pemaparannya, Marsudi, menjelaskan cara operator menginput data di situng. Menurut Marsudi, operator hanya memasukkan data dari formulir C1.

Berikut sejumlah keterangan diungkapkan ahli dalam sidang di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (20/6/2019):



1. Situng dan Website Situng Berbeda

Marsudi menjelaskan soal Situng KPU yang kerap dibahas oleh tim hukum Prabowo-Sandiaga selaku penggugat. Marsudi mengatakan situng dirancang untuk sarana transparansi penghitungan suara ke masyarakat, bukan sebagai sistem penghitungan suara. Dia menjelaskan situng berguna untuk melakukan fungsi kontrol yang ditampilkan dalam website.

"Waktu dirancang, situng memang tidak dirancang untuk sistem penghitungan suara. Situng dirancang untuk sarana transparansi kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa melaksanakan proses kontrol," ucapnya.

2. Evolusi Situng dari 2004 sampai 2019

Prof Marsudi Wahyu Kisworo menjelaskan sejarah evolusi situng. Ahli yang dihadirkan KPU ini mengatakan situng pertama kali dibuat pada 2004 dan hanya menampilkan gambar form C1.

"Situng pertama kali dibuat itu 2004 waktu dibuat hanya untuk tampilkan C1 saja, tak ada angkanya," kata Marsudi saat bersaksi dalam sidang lanjutan gugatan Pilpres 2019 di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Setelah 2004, Marsudi menambahkan, pada 2009 situng di-upgrade sehingga membuat angka total. Kemudian situng berevolusi lagi pada 2019, yang menampilkan angka per TPS.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed