detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 17:55 WIB

Disebut Beri Materi 'Kecurangan Bagian Demokrasi', Moeldoko: Pelintiran Ngawur!

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Disebut Beri Materi Kecurangan Bagian Demokrasi, Moeldoko: Pelintiran Ngawur! Moeldoko (Foto: Noval Dhwinuari/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko membantah kesaksian caleg PBB, Hairul Anas Suaidi, di sidang MK soal materi 'kecurangan bagian dari demokrasi' dalam pelatihan yang diberikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Moeldoko menyebut pernyataan Anas adalah pelintiran yang ngawur.

Moeldoko menjelaskan, materi soal 'kecurangan bagian dari demokrasi' harus dipahami secara utuh agar tidak salah tafsir. Konteks dari materi itu adalah agar para saksi lebih waspada dan hati-hati terhadap kecurangan melihat situasi saat Pemilu.

"Itulah, konteksnya seperti itu. Jadi tidak ada saya mengajarkan mereka untuk berlaku curang, dalam sebuah demokrasi kecurangan adalah hal yang wajar, itu sebuah pelintiran yang ngawur," kata Moeldoko saat ditemui di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran III, Jakarta, Kamis (20/6/2019).


Selain itu, Moeldoko mengatakan saksi yang menudingnya memberi materi 'kecurangan bagian dari demokrasi' dalam sidang MK mengakui bahwa dia tidak mengajarkan kecurangan. Seperti diketahui, dalam kesaksiannya, Hairul Anas mengungkapkan materi dengan judul 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi' itu ditayangkan saat Moeldoko menjadi salah satu pembicara.

"Yang kedua diakui sendiri oleh saksi bahwa, ada pernyataan kan, apakah pada saat itu ada menekankan pak Moeldoko, menekankan atau mengajarkan untuk berbuat curang? Dikatakan 'tidak'. Ya memang begitu," ujar Ketua Harian TKN Jokowi-Ma'ruf itu.

"Saya tidak pernah mengajarkan untuk berbuat curang. Enggak, enggak ada. Yang saya tekankan adalah bagaimana harus waspada, harus mencermati situasi, siapa tau nanti terjadi kecurangan. Itulah, konteksnya seperti itu jadi jangan salah, jangan dibalik-balik," lanjutnya.


Sebelumnya, Anas menjadi salah satu saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandi dalam persidangan MK. Caleg PBB itu dihadirkan untuk memberi kesaksian soal materi 'kecurangan bagian dari demokrasi'.

Selain menjadi caleg PBB, Anas mengaku diangkat sebagai relawan tim IT BPN pascapemilu berlangsung. Saat pemaparan, dia menjelaskan pengalamannya saat mengikuti pelatihan saksi sebagai tim koalisi pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Dalam penjelasannya, dia mengaku, saat pelatihan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, dia diberi salah satu materi dengan judul 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi'. Materi itu, katanya, ditayangkan saat Kepala Staf Presiden Moeldoko menjadi salah satu pembicara.

"Jadi saya adalah caleg dari Partai Bulan Bintang yang merupakan pendukung paslon 01, kemudian saya ditugaskan hadir training saksi pada 20 dan 21 Januari di Kelapa Gading, di salah satu hotel, dan saya hadir diutus wakil PBB," papar Anas.



Saksi 02 Singgung Kecurangan Bagian Demokrasi, Ini Respons Moeldoko:

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/mae)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed