detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 16:58 WIB

Tim 02 Singgung Kompetensi Ahli KPU: Kalau dari Kami Dosen di Osaka

Faiq Hidayat - detikNews
Tim 02 Singgung Kompetensi Ahli KPU: Kalau dari Kami Dosen di Osaka Foto: Kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Luthfi Yazid (Faiq Hidayat/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga menilai ahli yang dihadirkan KPU saat sidang MK, Marsudi Wahyu Kisworo, tidak dapat menjelaskan apa-apa. Kompetensi Marsudi dibandingkan dengan ahli dari Prabowo-Sandiaga.

"Kita ingin jelaskan KPU sebagai yang diberi mandat konstitusional untuk selenggarakan Pemilu secara adil, kedodoran. Tak siap mereka, ahli yang dihadirkan tidak jelaskan apa-apa, hanya membangun sistem IT tapi mereka tak bertanggung jawab setelah itu," kata anggota tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Luthfi Yazid, seusai sidang di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).



Saat sidang, Marsudi diperkenalkan sebagai profesor IT pertama di Indonesia yang juga arsitek Situng KPU. Menurut Lutfi, ahli yang mereka hadirkan semalam adalah Soegianto Soelistiono dan Jaswar Koto.

"Berbeda dengan ahli yang kami hadirkan, mereka bisa membuktikan secara saintifik bahwa terjadi data siluman dan lain-lain. Harusnya KPU bisa berikan counter," ucapnya.



Menurut Luthfi, saksi ahli BPN sangat relevan dengan hal yang dipaparkan. Dia yakin saksi ahlinya kompeten.

"Jelas dong, mereka sangat kompeten, CV adalah dari university, dosen universitas Osaka, menerbitkan 20 buku, sebagai paytren holder. Anda lihat mereka tulis 200 international journal dan pemegang hak paten paytren holder. Saya kira saksi ahli kita sangat kompeten," ungkap Luthfi.

"Mestinya kalau KPU nggak sepakat bisa berikan counter tapi tak ada yang signifikan," pungkasnya.
(imk/dhn)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed