detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 16:48 WIB

Bali Jadi Provinsi Pertama Miliki Pergub Bulan Bung Karno

Aditya Mardiastuti - detikNews
Bali Jadi Provinsi Pertama Miliki Pergub Bulan Bung Karno Gubernur Bali I Wayan Koster meneken Pergub Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno. (Foto: dok. Pemprov Bali)
Denpasar - Bali menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki payung hukum terkait pelaksanaan peringatan Bulan Bung Karno yang diperingati bulan ini. Payung hukum melalui peraturan gubernur (Pergub) tersebut diteken Gubernur Bali I Wayan Koster.

"Bulan Juni memang bulan yang penuh dengan tonggak-tonggak sejarah yang terkait dengan Bung Karno, Pancasila, Dasar dan ideologi negara yang dirumuskan pertama-kalinya oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Kemudian pada 6 Juni adalah Hari Lahir Bung Karno dan pada 21 Juni adalah Hari Wafat Bung Karno," kata Koster dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/6/2019).


Pergub tersebut bernomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno. Selama Juni tahun ini telah dilaksanakan acara peringatan 1 Juni sebagai peringatan 74 tahun Hari Lahir Pancasila, 6 Juni sebagai peringatan 118 tahun Hari Lahir Bung Karno, rangkaian Bulan Bung Karno dilanjutkan dengan peringatan mengenang 49 tahun wafatnya Sang Proklamator tersebut pada 21 Juni 2019. Peringatan wafatnya Sang Proklamator akan dipusatkan di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar dengan berbagai kegiatan pada Jumat (21/6) sore.

Acara peringatan itu bakal diisi dengan pemutaran film dokumenter perjuangan Bung Karno, dan gelar seni pertunjukan kolaborasi Nusantara garapan seniman muda ISI Denpasar. Akan hadir pula berbagai organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat serta tokoh lintas agama.

"Tujuan penyelenggaraan Bulan Bung Karno ialah membangun memori kolektif terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa, sebagai dasar NKRI dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Selain itu, Bulan Bung Karno juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Bali terutama generasi muda tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Sekaligus menggelorakan kembali semangat dan pemikiran Bung Karno," terangnya.


Koster mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Sehingga kegiatan-kegiatan yang ditampilkan bakal menggambarkan nilai kearifan lokal Bali.

"Dan harus diresapi pula bahwa prinsip Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya merupakan nilai-nilai yang sudah sepantasnya diteladani oleh krama Bali," imbuhnya.

Terpisah Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana mengatakan Pergub Nomor 19/2019 secara umum dimaksudkan untuk membangun dan mengaktualisasikan nilai kebangsaan dan sikap dalam bernegara sesuai dengan kondisi terkini. Diharapkan generasi muda bakal lebih mengenal sosok dan perjuangan Bung Karno.

"Ini yang coba dibangun, terutama kepada generasi muda Bali dan Indonesia secara umum. Minimal agar anak-anak kita tahu dulu siapa Bung Karno, apa yang telah beliau lakukan dan untuk selanjutnya ada pemahaman tentang nilai, sejarah dan ajarannya mengenai kebangsaan," tutur Sudarsana.

Pergub ini juga telah diedarkan ke seluruh kabupaten/kota se-Bali. Diharapkan penyelenggaraannya bakal lebih masif dan serentak ke depannya.

"Ke depannya, kabupaten/kota juga dihimbau untuk turut mengisi peringatan Bulan Bung Karno ini dan akan lebih baik lagi jika masing-masing diatur pula dengan Peraturan Bupati," tuturnya.



Tonton video Jokowi akan Buat Pasar Sukawati Lebih Modern:

[Gambas:Video 20detik]


(ams/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed