detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 16:43 WIB

Pria Ngaku Presiden Satrio Piningit Muncul di Depan MK

Matius Alfons - detikNews
Pria Ngaku Presiden Satrio Piningit Muncul di Depan MK Foto: Matius Alfons/detikcom
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Suwono (62) melangkah pasti menembus barikade di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Pria ini mengaku sebagai presiden satrio piningit.

Kehadiran Suwono sontak menyedot perhatian. Pantauan detikcom Kamis (20/6/2019), Suwono lalu duduk di depan barikade pintu masuk Gedung MK. Dia juga di atas beton di depan Gedung MK.

Tubuh pria yang mengenakan baju batik dengan peci ini ditempeli sejumlah kertas yang bertuliskan "Aku Penyelamat Dunia", "Aku Satrio Piningit, Namaku Yang Asli Suwono".



Selain itu, di belakang punggung Suwono terlihat tulisan 'Ini Presiden ke-3 Setelah Bung Karno Suharto Kini Baru Suwono Nomor 03'.
Suwono mengaku sebagai presiden satria piningit.Suwono mengaku sebagai presiden satria piningit. Foto: Matius Alfons/detikcom
Ketika ditanya maksud kedatangannya, Suwono menjelaskan dirinya hanya ingin memberitahu bahwa rakyat itu pemilik presiden. "Aku hanya sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, jadi yang sampaikan ini, pemimpin, presiden mu, masa kalau aku bukan pemilik presiden, aku keliaran begini, lebih baik aku cari nafkah untuk anak istri," ucap Suwono.



Suwono mengaku sebagai warga Cakung Jakarta Timur yang sebelumnya tinggal di Lombok. Dirinya datang ke MK bukan untuk berunjuk rasa.

"Loh kok saya unjuk rasa, saya mau bela siapa, oramg unjuk rasa ada yang dibela kan, aku hanya mengatakan pada seluruh rakyatku presiden adalah alat-Nya, Wahyu- Nya, manusia pelaksana saja," ungkapnya.

Dirinya juga berpesan melalui aksinya agar rakyat Indonesia bisa menjadi rakyat pemberani. Selain itu, rakyat Indonesia juga harus berhati hati dengan kesalahan.

"Aku hanya ingin ajari rakyat menjadi seorang yang pemberani, apa yang pemberani, janhan berbuat salah, kalian kerja 50 tahun salah sekali ya hangus kerja 50 tahun itu. Maka jangan main main," jelasnya.

Suwono kemudian menjelaskan dirinya bukan sebagai presiden Satrio Piningit asli, melainkan dirinya bekerja sehari hari sebagai tukang urut. Dirinya biasa memasang tarif Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

"(Saya) tukang urut, tarifnya biasa 50 ribu hingga 100 ribu seluruh badan dan dikerok," tutur Suwono.




Tonton video Saksi 02 Singgung Kecurangan Bagian Demokrasi, Ini Respons Moedoko:

[Gambas:Video 20detik]


(maa/aan)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed