detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 15:15 WIB

Keponakannya Jadi Saksi Prabowo di MK, Mahfud Md: Kesaksiannya Mentah

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Keponakannya Jadi Saksi Prabowo di MK, Mahfud Md: Kesaksiannya Mentah Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud Md. (Andhika Prasetia/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Keponakan Mahfud Md, Hairul Anas, menjadi saksi untuk Prabowo-Sandiaga dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Mahfud menilai Hairul belum bisa membuktikan dalil gugatan Prabowo-Sandiaga soal adanya kecurangan di Pilpres 2019.

"Kesaksiannya sih mentah menurut saya. Pertama, dia mengatakan ada pidato dari Moeldoko bahwa di demokrasi itu biasa curang. Semua orang kan bilang begitu, tidak hanya Moeldoko, tetapi Moeldoko kan tidak menyuruh orang curang," kata Mahfud saat ditemui di kantor BPIP, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Menurut Mahfud, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko hanya mengatakan, dalam demokrasi, biasa terjadi kecurangan. Namun Moeldoko tidak mengajak orang bersikap curang.


"Wong di bukunya Magnis Suseno itu ada buku etika politik, dikatakan etika politik itu penting, tapi etika politik itu tidak ada di lapangan, hanya ada di bangku kuliah. Kan sama dengan mengatakan itu," ujarnya.

Mahfud juga menilai kesaksian keponakannya, Hairul Anas, yang mengatakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyeru warga golput agar 01 menang adalah kesaksian yang mentah. Pernyataan itu bertolak belakang dengan ajakan capres Joko Widodo (Jokowi) dan TKN kepada warga untuk tidak golput.

"Karena 73 persen dari hasil survei, orang yang mau golput itu ditanya mau pilih Jokowi. Itu kan hasil surveinya begitu. Golput itu banyak, tapi Anda mau golput? 'Biarlah saya golput saja.' Nah anak-anak milenial itu kan 'saya golput saja, males ke TPS'. Tapi seandainya Anda milih, milih siapa? Milih Jokowi 73 persen, masa (TKN) mau nyuruh golput. Oleh sebab itu, TKN lalu bicara jangan golput. Itu (kesaksian Anas) saya kira keliru," jelasnya.


Kesaksian lainnya yang dinilai Mahfud sebagai kesaksian mentah adalah pernyataan Hairul Anas yang menyebut pemerintah menggunakan aparat agar Jokowi menang. Menurut Mahfud, aparat memang memiliki tugas mengkampanyekan program dan keberhasilan pemerintah.

"Itu sudah biasa saja, tapi kan tidak curang. Artinya, dari kesaksian (Hairul Anas) yang disampaikan itu ya semuanya mentah, tidak ada kaitannya dengan kecurangan. Dan bukan kecurangan," ucapnya.

Meski menyebut kesaksian keponakannya itu mentah, Mahfud tidak mempermasalahkan tampilnya Hairul Anas sebagai saksi Prabowo-Sandi. Menurutnya, majunya Hairul Anas sebagai saksi Prabowo adalah bagian dari pendidikan agar dia berani tampil di depan publik.

"Dia kan keponakan saya. Pintar dia. Dia tanya (saya) ketika mau jadi saksi lewat kakaknya, 'boleh nggak?'. Oh boleh, saya bilang, kamu katakan saja yang sejujurnya. Saya kira mau saksi situng. Situngnya itu kan mentah juga, akhirnya ndak ditampilkan tadi malam (saat sidang)," imbuhnya.


Caleg PBB Jadi Saksi Tim Prabowo, Yusril: Ini Orang Ngeyel:

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/dkp)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed