detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 15:08 WIB

Rahmat Baequni Sebut KPPS Tewas Diracun, Moeldoko: Jangan Ngawur!

Mukhlis Dinillah - detikNews
Rahmat Baequni Sebut KPPS Tewas Diracun, Moeldoko: Jangan Ngawur! Foto: Moeldoko (Mukhlis Dinilah/detikcom)
Bandung - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ikut merespons ceramah Rahmat Baequni yang menyebut ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena diracun. Ia mengingatkan Rahmat Baequni untuk tidak berbicara sembarangan.

"Saya pikir begini lah yah, kita ini berfikir jujur berkata jujur yah, apalagi ustaz, ngomongnya jangan ngawur, saya harus tegas," kata Moeldoko kepada wartawan di Bandara Husein Sastranegera, Kota Bandung, Kamis (20/6/2019).



Moeldoko menegaskan perkara gugurnya pahlawan demokrasi ini sudah selesai. Pihaknya memastikan penyebab meninggalnya petugas KPPS itu murni karena masalah kesehatan akibat beban kerja berlebih.

"Kita sudah undang dari pihak terkait, sudah sangat clear bahwa meninggalnya teman-teman di TPS itu status kesehatan adalah meninggal yang wajar, ini yang ngomong menteri loh, karena kecapean," tutur dia.

Ia pun mengingatkan kepada pihak-pihak lain untuk tidak membuat keresahan di masyarakat dengan menyebarkan berita bohong mengenai meninggalnya petugas KPPS tersebut. Sebab, hal itu bisa melukai perasaan keluarga korban.

"Jadi jangan lagi bahasanya itu justru yang meracuni masyarakat, saya tidak suka bahasa yang seperti itu, kasian masyarakat, dan kasian keluarganya itu sudah rela," ujar Moeldoko.

Polisi kini tengah menyelidiki video ceramah Rahmat yang menyebut petugas KPPS meninggal dunia karena diracun. Berkas tersebut telah dilimpahkan ke Polda Jawa Barat dan akan segera dilakukan gelar perkara.

"Sudah, kita sudah menerima pelimpahan berkas dari Mabes Polri," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Rabu (19/6).



Rahmat sendiri sebelumnya telah menyatakan bukan yang merekam maupun menyebarkan video ceramahnya soal petugas KPPS tewas karena diracun. Dia mengatakan sempat meminta panitia tidak merekam ucapannya soal petugas KPPS tewas karena diracun.

"Itu bukan saya yang merekam. Saya sudah sampaikan di ceramah itu, minta panitia untuk di-skip di bagian itu, karena ada informasi yang belum bisa dikonfirmasi. Tapi disyuting dan tersebar juga. Jadi bukan saya kan yang menyebar hoax?" ujar Rahmat kepada detikcom, Rabu (19/6).


527 Petugas KPPS Wafat, Komnas HAM Minta Negara Tanggung Jawab!:

[Gambas:Video 20detik]


(mud/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed