detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 22:40 WIB

Soal Amplop Misterius, KPU Pertimbangkan Hadirkan Saksi KPUD Boyolali

Dwi Andayani - detikNews
Soal Amplop Misterius, KPU Pertimbangkan Hadirkan Saksi KPUD Boyolali Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Lisye/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Saksi tim hukum Prabowo, Beti Kristiana, mempermasalahkan lembaran amplop cokelat misterius bertanda tangan di halaman Kecamatan Juwangi, Boyolali. Menanggapi ini, KPU mempertimbangkan untuk menghadirkan saksi dari KPUD Boyolali.

"Sedang dipertimbangkan, kita lihat aja besok," ujar Ketua KPU Arief Budiman di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (19/6/2019).

Arief mengatakan saat ini pihaknya merasa saksi KPU dari Boyolali tidak diperlukan. Namun, menurutnya, hal ini dapat berubah.




"Kalau malam ini udah kami merasa terurai dengan jelas, kami rasa tidak perlu. Tapi kalau ada sesuatu yang kami rasa perlu disampaikan, maka kami minta KPU Provinsi Jateng, KPU Kabupaten Boyolali, PPK Juwangi untuk hadir. Tapi sebetulnya mereka sudah ada di sini," ujar Arief.

Arief mengaku heran terkait amplop yang disampaikan. Selanjutnya, Arief juga menyebut menemukan cara penulisan yang sama dalam amplop tersebut.

"Nah, sampai pada bagian terakhir, saya cukup heran juga, ada amplop yang setelah kita cek ternyata dugaan kita itu amplop belum pernah digunakan karena tidak ada bekas pernah digunakan," ujar Arief.


"Kemudian kedua yang saya lihat cara menulisnya itu sama, terus penggunaan tanda tangannya. Yang di sini pakai spidol, yang di sini ketika tanda tangan. Kami menduga di sini ada hal yang tidak pas," sambungnya

Arief menyebut, pihaknya diminta untuk menghadirkan amplop pembanding KPU. Tetapi menurut Arief pihaknya akan mempelajari atau meneliti amplop yang diserahkan saksi Prabowo.

"Makanya kemudian ketika kami diminta menyediakan amplop, kami mau tahu dulu sebetulnya amplopnya seperti apa. Begitu lihat dua, kita minta foto semua. Kita akan pelajari sebetulnya seperti apa amplop yang dia temukan di Kecamatan Juwangi itu," kata Arief.

Sebelumnya, amplop cokelat ini dipermasalahkan saksi tim hukum Prabowo, Beti Kristiana. Beti juga memberikan amplop coklat ini dalam sidang MK. Beti mengaku menemukan lembaran di halaman Kecamatan Juwangi, Boyolali. Lembaran itu disebut memuat tanda tangan, hologram KPU, dan dokumen plano.
(dwia/dnu)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed