detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 22:21 WIB

Novel Baswedan akan Diperiksa Polda Metro Jaya di 800 Hari Teror

Ibnu Hariyanto - detikNews
Novel Baswedan akan Diperiksa Polda Metro Jaya di 800 Hari Teror Novel Baswedan (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - KPK mengatakan penyidik dari Polda Metro Jaya dan tim gabungan akan memeriksa Novel Baswedan terkait kasus penyiraman air keras terhadapnya besok. Pemeriksaan itu akan dilakukan di gedung KPK.

"Besok, tanggal 20 Juni 2019 dijadwalkan pemeriksaan terhadap pegawai KPK Novel Baswedan di gedung KPK," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

Novel akan diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan itu dilakukan tepat 800 hari setelah penyiraman air keras itu terjadi terhadap Novel.

"Melakukan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan sebagai saksi terkait dengan penyerangan atau penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan 11 April, sekitar 800 hari yang lalu," sebut Febri.

KPK akan memfasilitasi pemeriksaan itu pada pukul pukul 10.00 WIB. Febri menyatakan Novel siap datang dalam pemeriksaan tersebut.

"Saya cek juga Novel akan hadir dalam pemeriksaan tersebut untuk menghargai proses hukum ini," ucapnya.

Menurut Febri, Novel sebenarnya sudah menjalani pemeriksaan ketika masih dirawat di Singapura. Meski demikian, karena ada permintaan pemeriksaan kembali terhadap Novel, KPK siap memfasilitasi.

"Karena ada permintaan kembali, Novel bersedia dan KPK memfasilitasi pemeriksaan itu," katanya.

Teror air keras terhadap Novel Baswedan terjadi lebih dari 2 tahun yang lalu, tepatnya 800 hari. Namun hingga kini pelaku dan motif teror itu masih jadi misteri.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di Masjid Al Ihsan, yang berjarak sekitar 4 rumah dari rumah Novel. Adapun rumah Novel berada di Jalan Deposito T Nomor 8, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Polri pun telah membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Surat perintah pembentukan tim ini terbit pada Selasa (8/1/2019) dan diteken langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Ada tujuh pakar dalam tim gabungan itu yang berasal dari kalangan akademisi, LSM, mantan pimpinan KPK, Komnas HAM, dan Kompolnas. Dalam tim tersebut, nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian ditulis sebagai penanggung jawab tim dan Wakapolri Komjen Ari Dono sebagai wakil penanggung jawab serta Kabareskrim Komjen Idham Azis menjadi ketua tim.



Tonton juga video Blak-blakan Novel Baswedan soal kasusnya berikut ini:


(ibh/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed