detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 19:15 WIB

Begini Cara Eks Aspri Curi Uang di Brankas Dino Patti Djalal

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Begini Cara Eks Aspri Curi Uang di Brankas Dino Patti Djalal Foto: dok.istimewa
Jakarta - Uang senilai ratusan juta rupiah di brankas kantor mantan Wamenlu Dino Patti Djalal, raib digondol mantan asisten pribadinya, Nanda Pradipta (32). Bagaimana Nanda melakukan aksinya?

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut pencurian itu terjadi pada Senin (20/5/2019). Saat itu, sekitar pukul 17.00 WIB, tersangka berkunjung ke kantor FPCI (Forigen Policy of Indonesia), milik Dino yang berada di Gedung Mayapada, Sudirman, Jaksel.

"Tersangka masuk ke dalam ruangan kerja yang saat itu tidak ada orang dan tersangka mengambil dua kunci brankas. Kemudian tersangka ke ruangan Dino dan langsung membuka brankas menggunakan kunci tersebut," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Di sana, tersangka langsung mengambil uang sebesar 15.000 SGD atau senilai Rp 150 juta dan Rp 10 juta. Setelah berhasil mencuri uang, tersangka kemudian pergi meninggalkan kantor tersebut.

Sebelum tersangka mencuri uang di dalam brankas, dia sempat memantau keadaan kantor jauh-jauh hari. Tersangka disebut Argo kerap berkunjung ke kantor Dino untuk menawarkan asuransi.



"Uniknya, tersangka NP mau nikah. Karena nggak punya uang dia main ke pekerjaannya yang lama 'kan banyak teman di sana. Tersangka ini juga masih punya akses pintu masuk karena aksesnya nggak dikembalikan pelaku ke perusahaan itu," kata Argo.

"Kemudian dia 'kan tahu percis mana tempat brankas, mana kunci brankas. Akhirnya dia tahu di meja ada kunci brankas saat kamar kosong. Kemudian dia ambil kunci dan ngambil uang di brankas untuk kawin," sambungnya.

Uang itu kemudian digunakan untuk persiapan pernikahannya hingga uang itu hanya tersisa 9.000 SGD. Meski persiapan pernikahan sudah direncanakan dan sudah dibayar, Argo menyebut tersangka tidak jadi menikah.

"Tidak jadi kawin karena perempuan punya sifat kurang baik. Itu kata dia (tersangka), jadi diputuskan," kata Argo.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Hingga akhirnya pada Jumat (14/6) tersangka ditangkap di depan Gedung Mayapada Tower 1 Jakarta Selatan. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP. Tersangka juga terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun.


(sam/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed