detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 18:43 WIB

ACT Beri Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Tanah Bambu

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
ACT Beri Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Tanah Bambu Foto: ACT
Jakarta - Setelah sepekan lebih banjir merendam wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sejumlah warga yang sempat berada di pengungsian mulai kembali ke rumah. Meski demikian, muncul kekhawatiran akan kondisi kesehatan akibat lingkungan yang tidak higienis selama di pengungsian.

"Karenanya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan tim dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) berinisiatif mengadakan layanan kesehatan untuk memastikan kondisi dari kesehatan para warga yang sempat tinggal di pengungsian tetap terjaga," kata tim ACT Kalimantan Selatan Retno Sulisetiyani dalam keterangan tertulis, Rabu (19/6/2019).


ACT memberikan pelayanan kesehatan di dua desa di kabupaten tersebut, di antaranya Desa Sungai Rukam dan Desa Anjir Baru. Tercatat sebanyak 54 warga mengikuti pelayanan kesehatan itu.

Retno mengatakan sebagian besar dari warga yang datang untuk memeriksakan diri adalah para lansia. Tim medis langsung menangani keluhan para warga dengan memberikan obat-obatan. Selama bencana terjadi, obat-obatan memang disediakan oleh puskesmas, namun jumlahnya terbatas.

"Warga yang datang sebagian besar merupakan para lansia dan memang mengeluhkan beberapa penyakit. Penyakit yang kita sudah diidentifikasi di antaranya adalah hipertensi, gatal-gatal, sakit kepala, mual, dan jadi lebih sering merasa ingin buang air kecil," lanjutnya.


Sekretaris Desa Sungai Rukam, Tanwirul Anwar mengapresiasi langkah ACT-MRI dalam mendampingi warga yang menjadi korban banjir bahkan setelah bencana ini usai.

"Terima kasih kepada ACT dan MRI untuk bantuannya kepada kami di Desa Sungai Rukam, terlebih untuk kerja sama tim dengan posyandu kami," Kata Tanwirul.

Dia menuturkan masih ada 10 rumah terendam akibat dari tanggul yang agak rendah. "Dengan adanya tanggul jadi lebih aman ketika banjir. Tapi perlu lebih tinggi lagi tanggulnya. Karena sekarang ini rendah. Untuk ke depan, tanggul sebagai jalan poros perlu juga kita perkuat lagi, karena belum kokoh. Karenanya sekarang 10 keluarga masih terdampak," jelas Tanwirul.

Ia menambahkan, ada 600 jiwa yang terdampak banjir di Desa Sungai Rukam dan mayoritasnya adalah petani. Otomatis ketika banjir datang, lahan pertanian mereka total seluas 400 hektare, juga ikut terendam. Akibatnya sudah dapat dipastikan, lahan yang sudah siap panen tersebut kini mesti gagal panen akibat banjir.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed