detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 16:28 WIB

Soal Video 'KPPS Tewas Diracun', Rahmat Baequni: Bukan Saya yang Sebar

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Soal Video KPPS Tewas Diracun, Rahmat Baequni: Bukan Saya yang Sebar Foto: Tangkapan layar Instagram Rahmat Baequni
Jakarta - Jagad media sosial dibuat heboh oleh ceramah Rahmat Baequni yang menyebut petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena diracun. Rahmat menyatakan ada orang lain yang menyebarkan video itu.

"Itu masih diselidiki kan. Dan yang tersebar di Instagram itu bukan punya saya," kata Rahmat Baequni kepada detikcom, Rabu (19/6/2019).


Selain itu, Rahmat Baequni membantah tuduhan Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi soal penyebar hoax. Pramono menyebut Rahmat Baequni menyebarkan hoax dengan bungkus ceramah.

"Itu bukan saya yang merekam. Saya sudah sampaikan di ceramah itu, minta panitia untuk di-skip di bagian itu, karena ada informasi yang belum bisa dikonfirmasi. Tapi disyuting dan tersebar juga. Jadi bukan saya kan yang menyebar hoaks?" ujarnya.

Sebelumnya, diketahui Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi merespons ceramah Rahmat Baequni yang menyebut petugas KPPS meninggal karena diracun. Pramono meminta polisi meminta klarifikasi kepada Rahmat.

"Bilang KPPS diracun untuk bungkam saksi kecurangan? Orang ini menyebar hoax dengan bungkus ceramah agama," cuit Pramono di akun Twitter-nya, @PramonoUtan, yang dikutip detikcom, Rabu (19/6).


Sementara itu, polisi tengah menyelidiki video penceramah Rahmat Baequni yang menyebut anggota KPPS meninggal karena diracun. Sedangkan melalui media sosialnya, Rahmat bicara soal kebenaran.

Hal itu disampaikan Rahmat melalui akun Instagram miliknya. Dalam unggahannya, Rahmat mengunggah dua gambar screenshot berita tentang videonya yang diselidiki polisi.

Dilihat pada Rabu (19/6) siang, dalam unggahannya yang di-posting pada Selasa (18/6), Rahmat menyinggung soal kebenaran dan menyertakan sebuah ayat Alquran. Berikut ini keterangan dalam unggahannya:

Sumpah Iblis yang lestari sepanjang zaman, yaitu akan selalu menghalangi manusia dalam menapaki kebenaran. Maka sunnatullah, yang Haq dan yang bathil selamanya akan berlomba untuk saling menundukkan selama bumi masih terbentang.

Sedangkan semua kebathilan adalah barang tak ternilai yang disulap sedemikian rupa agar seolah menjadi bermakna. Namun tak akan pernah dapat mengisi fitrah manusia yang telah Allah setting dengan sempurna. Kebathilan takkan dapat menipu jiwa yang lurus akhlaknya.

Berpegang teguhlah pada tali agama Allah, sebab fitnah semakin genap wujudnya. Semakin dekat pula kita kepada janji-Nya.

Dan katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap." Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (Al Isra: 81)

Wa Kaffa billahi syahida, cukuplah Allah sebagai sebaik-baik saksi atas apapun yang terjadi dan telah ditorehkan oleh diri kita.

Dengan Allah, Kita memiliki segalanya.
Tanpa Allah, yang kita miliki tak pernah akan bernilai apa-apa.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita, dan memberi balasan terbaik dari apa yang telah ditetapkannya.

Tak ada balasan terbaik, lebih dari diperkenankan untuk menatap keagungan wajah-Nya di surga kelak.



Tonton video 527 Petugas KPPS Wafat, Komnas HAM Minta Negara Tanggung Jawab!:

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed