detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 14:30 WIB

ACT Beri Penghargaan untuk Mantan Atlet Taekwondo Asal Papua

Uji Sukma Medianti - detikNews
ACT Beri Penghargaan untuk Mantan Atlet Taekwondo Asal Papua Foto: ACT
Jakarta - Tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT telah memberikan tanda penghargaan kepada atlet veteran Indonesia di daerah Cibinong, Bogor (31/5). Penghargaan berupa bantuan dana ini merupakan program lanjutan tahap kedua kerja sama Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Kitabisa.com dan Grab Indonesia yang pertama kali diberikan pada bulan April lalu.

Program 'Penghargaan Atlet Veteran tahun 2019' bertujuan untuk menghargai perjuangan para atlet veteran yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia. Salah satunya adalah mantan atlet taekwondo legendaris Abdul Rozak. Rozak adalah peraih medali perak Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan.


Pria ini menceritakan bahwa dirinya sudah berlatih taekwondo sejak umur 6 tahun di Papua sebelum hijrah ke Jakarta pada tahun 1980 untuk meniti karir sebagai atlet profesional.

"Saya sudah berlatih sejak umur 6 tahun di Papua. Pada saat itu belum pernah ada yang dapat medali di cabang taekwondo bagi Indonesia, dan saya menjadi orang pertama yang memberikan prestasi untuk olahraga cabang taekwondo," jelas Rozak dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Ia bercerita, awal mulanya Rozak hanya tahu olahraga bela diri hanya Karate. Disamping itu, ia juga memiliki hobi menonton film laga. Dari situlah ia lalu bertemu dengan teman-teman yang memang atlet taekwondo. "Mereka lihat saya punya tendangan bagus dan bakat untuk menjadi atlet. Saya pun semakin menekuni bidang tersebut," kenangnya.

Rozak menuturkan bahwa untuk menjadi atlet taekwondo profesional di masanya tidaklah semudah saat ini. Ia mengenang, kalau dulu menjadi seorang atlet terutama bagi masyarakat daerah sangatlah sulit. Selain akses, faktor ekonomi juga menjadi tantangan yang berat bagi semua calon atlet. Sesampainya di Jakarta pun ia harus berjuang membuktikan diri kepada orang-orang yang sempat meremehkannya.

"Saya numpang tinggal di rumah teman atau mess. Awal-awal saya di Jakarta, saya pernah terpaksa jadi suruhan orang, dan saya juga pernah dibully dan dipukul. Tapi saya selalu menguatkan diri saya untuk terus fokus terhadap tujuan utama saya pergi ke Jakarta. Motivasi saya adalah bagaimana harus berprestasi. Saya ingin membuktikan ke orang-orang kalau saya serius ingin menjadi atlet dan bisa jadi yang terbaik," ungkapnya.

Keterbatasan dan aral melintang yang dihadapi Rozak tidak menghalanginya tetap bangga bisa menjadi seseorang yang dapat mengharumkan bangsa Indonesia. Meskipun terjadi hampir 22 tahun silam, memori manis kemenangannya di Korea Selatan masih sangat melekat bagi pria asal Papua itu.

"Saya disambut dan diarak di bandara, dikalungin bunga, saya sampai menangis. Namun saya juga merasa sedih saat itu karena belum bisa mendapatkan medali emas. Di kampung saya ramai, pada nonton saya di televisi," tambahnya.

Mantan atlet yang juga pernah bekerja menjadi debt collector selama 7 tahun tersebut mengatakan bahwa ia memutuskan pensiun pada tahun 1996 akibat cedera yang cukup serius di bagian lutut. Akhirnya, ia memutuskan menjadi pelatih di beberapa universitas dan sekolah-sekolah hingga saat ini.

"Harapan saya untuk anak-anak muda di daerah khususnya Papua, harus bisa memaksa diri untuk ke tempat yang lebih berkembang, yang pelatihnya lebih mumpuni. Saya selalu tekankan harus ada lagi atlet dari Papua atau daerah lain yang menjadi legend di bidang Taekwondo. Saya juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada atlet veteran yang juga telah berjuang mengharumkan nama Indonesia. Saya harap semakin banyak yang peduli dengan kami, para mantan atlet," ungkapnya.


Sementara itu, Anggota Tim Program MSR-ACT Dayani berharap semoga penghargaan yang sudah diberikan dapat menambah kebahagiaan para atlet. Ia juga berharap para veteran atlet bisa menularkan semangat dalam upaya meningkatkan bibit unggul atlet-atlet untuk Indonesia di masa mendatang.

"Semoga penghargaan yang sudah diberikan dapat menambah kebahagiaan para atlet. Terlebih khususnya Pak Rozak, semoga dalam melatih atlet muda dapat meningkatkan bibit unggul untuk Indonesia ke depannya. Dan semoga ada lebih banyak lagi perusahaan yang bekerjasama dengan ACT dan dapat terus memberikan penghargaan kepada para mantan atlet," tambahnya.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed