detikNews
2019/06/19 13:04:13 WIB

Keterangan Tertulis Tanya-Jawab Lengkap dengan Anies soal IMB Reklamasi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Halaman 1 dari 5
Keterangan Tertulis Tanya-Jawab Lengkap dengan Anies soal IMB Reklamasi Anies Baswedan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI mengeluarkan keterangan tertulis berupa tanya-jawab dengan Gubernur Anies Baswedan mengenai penerbitan IMB di atas pulau reklamasi. Ada dua edisi tanya-jawab yang dikeluarkan.

Baik pertanyaan maupun jawaban dalam keterangan tertulis ini disediakan atau dituliskan oleh Pemprov DKI.

Edisi pertama dikeluarkan Pemprov DKI pada 13 Juni 2019. File PDF tanya-jawab itu berjudul 'Tanya Jawab dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Tentang Reklamasi dan IMB Pantai Maju'.

Sepekan berselang, Pemprov DKI mengeluarkan tanya-jawab terbaru dengan Anies. Dikirimkan pada Rabu (19/6) pagi hari ini, keterangan tertulis tanya-jawab tersebut berjudul 'Lanjutan.. Tanya Jawab dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait dengan Reklamasi dan Pergub 206/2016 tentang Panduan Rancang Kota'.

Berikut ini tanya-jawab lengkap itu.

'Tanya Jawab dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Tentang Reklamasi dan IMB Pantai Maju'.

Katanya reklamasi dihentikan, mengapa IMB dikeluarkan ?

Ada dua hal yang berbeda: Pertama reklamasi dan kedua pemanfataan lahan hasil
reklamasi. Reklamasi adalah kegiatan membangun daratan di atas perairan. Jadi yang dimaksud
dengan reklamasi adalah pembuatan lahan baru. Ada 17 pantai/pulau yang akan dibangun
di teluk Jakarta. Kini Kegiatan reklamasi itu telah dihentikan. Semua ijin reklamasi telah
dicabut. Ada 13 pulau tidak bisa diteruskan dan dibangun. Ada 4 kawasan pantai yang sudah
terbentuk sebagai hasil reklamasi di masa lalu. Faktanya itu sudah jadi daratan. Di 4
kawasan pantai tersebut akan dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan hukum untuk
sebanyak-banyaknya kepentingan publik.

IMB ini bukan soal reklamasi jalan atau berhenti, tapi IMB adalah soal ijin pemanfaatan
lahan hasil reklamasi dengan cara mendirikan bangunan. Dikeluarkan atau tidak IMB,
kegiatan reklamasi telah dihentikan. Jadi, IMB dan Reklamasi adalah dua hal yang berbeda.
Itulah janji kami sejak masa kampanye: 1) menghentikan reklamasi dan 2) memanfaatkan
utk kepentingan publik atas lahan/daratan hasil reklamasi di masa lalu. Dan kami tetap
konsisten melaksanakan janji itu.

Reklamasi ini program siapa?

Ya, ini memang sering jadi pertanyaan: Reklamasi itu program pemerintah atau program
swasta? Reklamasi adalah program pemerintah yang dituangkan dalam Kepres no 52 tahun
1995 dan dalam Perda no 8 tahun 1995. Pemerintah saat itu menugaskan pihak swasta
untuk melaksanakan reklamasi dan dibuat Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah DKI
dengan swasta di tahun 1997. Perjanjian ini mengharuskan pihak swasta melakukan
reklamasi dengan imbalan mendapat hak memanfaatkan lahan seluas 35 persen.
Kalau reklamasi adalah program pemerintah, mengapa selama ini kesannya lahan
reklamasi itu milik swasta dan pengembang? Mengapa pulau2 itu dijaga ketat dan tidak
bisa dimasuki ?

Dahulu ini semua fakta dan pengertian dasar seperti yang sebut tadi seakan terkubur.
Efeknya Lahan hasil reklamasi itu dahulu 100 persen dikuasai oleh swasta. Bahkan dahulu
pulau itu jadi areal tertutup, dimana publik dan media sekalipun tidak bisa masuk. Seakan
itu wilayah tersendiri dan terpisah dari publik Jakarta.



Sejak kita bertugas di Pemprov DKI Jakarta, kita luruskan semua itu sesuai dengan aturan
hukumnya. Seluruh daratan itu adalah milik pemprov DKI, dan swasta hanya berhak untuk
menggunakan 35 persen lahan hasil reklamasi, sesuai dengan ketentuan yang ada.
Lalu kami buka seluruh kawasan pulau itu untuk publik. Kedaulatan kita tegakkan, ketentuan
hukum kita jadikan pedoman. Tidak ada lagi pantai ekslusif, tertutup dan terlarang utk
dimasuki publik. Semua dibuat terang benderang dan kami menugaskan BUMD milik
Pemprov DKI yaitu Jakpro utk mengelola dan memanfaatkan lahan hasil reklamasi tersebut.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed