detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 12:58 WIB

Menhan soal Kivlan Minta Perlindungan: Saya Sudah Bisiki Polisi

Tsarina Maharani - detikNews
Menhan soal Kivlan Minta Perlindungan: Saya Sudah Bisiki Polisi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku sudah menerima surat dari Kivlan Zen yang meminta perlindungan hukum dan penangguhan penahanan. Ia mengatakan sudah 'bisik-bisik' dengan polisi terkait permintaan Kivlan tersebut.

"Saya hargai dia, minta tolong saya. Tapi ingat ya, masalah hukum, masalah politik, tidak saya (ikut campur). Tapi saya sudah bisik-bisiklah dengan teman-teman polisi, coba dipertimbangkan lagi," kata Ryamizard di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Pertimbangan yang dimaksud Ryamizard salah satunya soal jasa Kivlan selama mengabdi di satuan TNI. Namun, dia menegaskan, dirinya tidak ikut campur dalam urusan hukum dan politik.

"Ya pertimbangan banyaklah. Ada jasanya, segala macam, begitu ya," ujar dia.




Ryamizard mengaku menghormati Kivlan sebagai seniornya di TNI. Namun ia kembali menegaskan bukan berarti Kivlan tidak boleh dihukum.

"Saya kan cuma (bilang) mempertimbangkan, bukan nggak boleh dihukum, nggak. Dipertimbangkan," tuturnya.

Sebelumnya, Kivlan diketahui menyurati Ryamizard untuk meminta perlindungan hukum dan jaminan penangguhan penahanan. Selain kepada Ryamizard, Kivlan menyurati Menko Polhukam Wiranto.

"Ke Menhan, ke Pak Wiranto, ke Pangkostrad, ke Danjen Kopassus, ke Kaskostrad minta perlindungan hukum dan jaminan penangguhan," kata pengacara Kivlan, Tonin T Singarimbun, kepada detikcom, Rabu (12/6).


Soal Kivlan Zen, Wiranto: Saya Maafkan tapi Hukum Tetap Berjalan:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed